Tari Gendang Baka dari Sumatera Utara

Tari  Gendang Baka dari Sumatera Utara | TradisiKita - Tari Baka merupakan tari tradisional yang masuk kategori tari primitif. Tari Baka berasal dari Sumatera Utara. Tarian tradisional Sumatera Utara ini menggambarkan bagaimana orang pintar atau paranormal yang sedang menyembuhkan orang sakit.

Seperti apakah tari baka yang berasal dari Provinsi Sumatera Utara ini? mari kita simak penjelasan mengenai tari Baka dari Sumatera Utara dibawah ini :

1. Sejarah dan Asal Usul Tari Gendang Baka

Tari baka berasal dari dataran tinggi karo di Sumatera Utara. Berdasarkan sejarahnya, tarian ini merupakan jenis tarian ritual / religi. Pada awalnya, tari gendang baka merupakan bagian dari upacara
ritual yang memiliki nama yang sama, yaitu upacara ritual gendang baka. Tari ini merupakan tarian penyembuhan atau penguatan roh tenndi, yang dilakukan oleh masyarakat Karo.

Disebut dengan gendang baka, karena pada ritual ini menggunakan baka dan gendang sebagai pelengkap upacara ritualnya. Pada masyarakat Karo ‘gendang’ memiliki dua arti, baik sebagai nama sebuah alat musik pukul dan sebagai nama sebuah acara.
Sedangkan ‘baka’ adalah nama keranjang khas Karo, yang digunakan untuk tempat penyimpanan uis (kain), penyimpanan emas, erpangir ku lau (berpangir ke tepian), dan sebagai alat untuk ritual raleng tenndi (memanggil roh). Oleh karena itu, acara ritual penyembuhan atau penguatan roh tenndi yang dilakukan masyarakat Karo pada waktu lalu

tari gendang baka


2. Pertunjukan tari Baka


Tari gendang baka ini yang pada awalnya merupakan ritual dalam upacara penyembuhan dan pemanggilan roh, saat ini diubah menjadi seni pertunjukan. Adapun jumlah penari dalam pertunjukan tari gendang baka adalah sebanyak 5 orang penari putri.

3. Kostum Penari

Pakaian atau busana yang dikenakan oleh kelima penari dalam tari gendang baka berbahan dasar dari kain katun yang berwarna putih dan warna hitam. Pakaian adat Sumatera Utara yang dikenakan oleh penari Baka ini biasanya masyarakat Karo menyebutnya dengan uis mbentar dan uis mbelang.

Warna putih makna dari kesucian dan kebaikan, sedangkan warna hitam makna dari perlindungan dan kekuatan. Kain putih dijadikan sebagai tudung, dan pengikat pinggang, sedangkan kain hitam  digunakan untuk penutup tubuh

4. Properti Tari Gendang Baka

Properti yang digunakan dalam tari gendang baka terdiri dari: keranjang baka, mumbang, sumpit yang berisikan beras, cawan yang berisikan air, dan uis mbentar. Adapun makna simbol properti dan sesaji tari gendang baka adalah menyatakan bahwa ada kekuatan yang tidak dapat tergoyahkan, mengawali kehidupan dengan kelegaan dan kenyamanan dapat membuat kehidupan lebih tenang, dan tetap mendekatkan diri kepada Tuhan

5. Musik Pengiring Tari Gendang Baka


Seperti yang sudah disampaikan diatas, bahwa tarian gendan baka ini menggunakan alat musik gendang sebagai pengiringnya. Namun selain alat musik gendang, tari Gendang Baka juga menggunakan alat musik tradisional Sumatera Utara lainnya, yaitu cawan dan kulcapi.

6. Ragam Gerak Tari Gendang Baka

Gerak tari gendang baka terdiri dari empat ragam gerak, yaitu sada perarih, sisampat sampaten, tengah rukur dan perariheun enteguh. Setiap peran yang dilakukan berbeda-beda urutan ragam geraknya, tetapi dilakukan dalam waktu bersamaan. Makna simbol gerak tari gendang baka terdiri dari empat ragam, keempat ragam gerak ini mengarahkan bagaimana seharusnya sifat atau karakter masyarakat Karo dan masyarakat lainnya untuk saling tolong menolong, mempertimbangkan segala
sesuatu hal sebelum bertindak, mengutamakan kesatuan untuk mencapai tujuan bersama, dan tetap berserah memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar apa yang kita inginkan dapat tercapai

7. Video Tari Gendang Baka

Berikut contoh tari gendang baka dari Provinsi Sumatera Utara yang kami ambil dari youtube :



Demikian Sobat Tradisi, informasi singkat mengenai tari gendang baka dari tanah Karo Provinsi Sumatera Utara. Semoga bermanfaat.



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tari Gendang Baka dari Sumatera Utara"

Posting Komentar