Tari Gelombang dari Sumatera Barat

Tari Gelombang dari Sumatera Barat | TradisiKita - Tari Gelombang adalah tarian tradisional Sumatera Barat. Tari ini merupakan tari adat yang digunakan dalam upacara penyambutan tamu atau mempelai di hampir semua nagari di Provinsi Sumatera Barat.

Tari tradisional masyarakat Minangkabau ini memiliki arti dan peran yang penting dalam acara pernikahan masyarakat. Seperti apakah penjelasan mengenai tari gelombang. TradisiKita akan merangkumnya pada artikel dibawah ini.

Sejarah dan Asal Usul Tari Gelombang

Tari gelombang sudah ada sejak dahulu, dan pada awalnya dilakukan untuk menyambut para tetua adat atau tamu nagari, juga digunakan pada upacara adat penobatan penghulu. Sedangkan kata Galombang artinya ombak yang bergulung-gulung menuju pantai.

Kata kiasan galombang yang diberikan untuk sebutan suatu tari tersebut berhubungan dengan peristiwa penyambutan tamu dengan tarian tradisi Minangkabau, bahwa tamu-tamu yang datang disambut secara bergelombang atau beruntun dan teratur sampai menuju ke tempat duduknya. Tetamu dibawa dengan tarian Galombang sampai ke tempat duduknya, seumpama sebuah sampan atau sekoci dibawa gelombang ke pantai dengan sukacitanya. Pepatah adat mengatakan “samo naiek jo galombang, samo turun jo sipocong”. Maksudnya, tamu-tamu yang datang itu sederajat dengan orang-orang yang menanti. Kesamaaan derajat ini dibuktikan bahwa di dalam kehidupan ibarat menempuh gelombang, ada naik turunnya.Naiknya seperti gelombang kelihatan indah, turunnya seperti sipocong, sipocong kiasan daripada buih yang terlihat sesudah ombak menghempas di pantai hilang ditelan pasir.

Baru kemudian sekitar tahun 70-an, tari gelombang ini dipakai pada upacara pernikahan adat Minangkabau. Tarian ini dilakukan dalam menyambut mempelai serta lazimnya digabungkan dengan tari pasembahan.

Pertunjukan Tari Gelombang


Pertunjukan tari gelombang biasanya dilakukan oleh penari laki-laki yang jumlahnya bisa sampai puluhan orang untuk kemudian dibagi menjadi dua kelompok. masing-masing kelompok dipimpin oleh seorang tuo (tetua) yang memberikan aba-aba. Setiap kelompok diiringi dengan bunyi-bunyian telempong dan puput batang tadi. Kedua kelompok tersebut berperan sebagai  pasukan pengawal rombongan tamu utama dan pengawal tuan rumah yang mengadakan jamuan.

Pertunjukan dimulai ketika rombongan tamu, baik yang membawa marapulai maupun penghulu, datang ketempat penjamuan. Penari Galombang melangkah dengan langkah permain pencak yang disebut langkah empat. Setiap hendak membuat langkah maju, mereka bertepuk dengan aba-aba pimpinannya yang berada di depan.

Kedua kelompok penari gelombang ini bagaikan dua pasukan pendekar silat yang hendak bertempur. Gerakan mereka mengembang lepas dengan tangan yang terbuka serta jari yang melentik. Gerakan badan merendah ketika melangkah kaki lebar-lebar, lalu meninggi dengan mengangkat sebelah kaki hampir setinggi lutut seperti alunan gelombang.

Alat bunyian talempong mengiringi di belakang. Semua gerakan tidak menyesuaikan diri dengan irama bunyi-bunyian, melainkan tergantung pada aba-aba yang membuat improvisasi berdasarkan rasa keindahan.

Kira-kira lima puluh meter dari tempat acara, rombongan tamu dinanti oleh kumpulan penari dari pihak tuan rumah. Dalam jarak kira-kira sepuluh meter ke hadapan, penari tuan rumah membuat gerakan mundur. Sedangkan penari daripada pihak tamu terus maju.

Walaupun gerakan tari gelombang seperti gerakan pencak, namun kedua kumpulan tidak melakukan gerakan menyerang atau menangkis. Gerakan mereka terutama seperti gerakan pemain pencak dan situasi intai-mengintai langkah lawan. Tepat pada pintu gerbang, janang yang menjadi pemimpin
upacara tampil ke tengah dengan langkah dan gerakan pencak seolah-olah melerai perkelahian. Semua penari melakukan gerakan mundur sampai tamu utama yang
dikawalnya berada di depan mereka. Selesai itu peranan dipegang pemuka yang dituakan oleh kedua belah pihak. Dan tarian gelombang pun selesai.

Kostum Penari


Tarian khas Sumatera Barat ini dilakukan oleh puluhan penari laki-laki. Mereka menggunakan kostum berupa pakaian adat Sumatera Barat dengan warna yang cukup cerah sehingga menambah suasana meriah dalam rangka penyambutan tamu kehormatan serta tamu mempelai.

tari gelombang dari Sumatera Barat
Gambar : https://blogminangkabau.wordpress.com

Musik Pengiring Tari Gelombang


Tari Gelombang merupakan salah satu tari tradisional Minangkabau yang selalu mencuri perhatian pada upacara penyambutan tamu. Tarian ini cukup atraktif dan meriah. Pada awalnya tari gelombang ini tidak diiringi oleh musik pengiring, melainkan berupa teriakan ‘Hep-ta, hep-ta’ saja. Tapi kini tari galombang terada lebih meriah dengan iringan musik tradisional Sumatera Barat seperti talempong, gendang, pupuik (batang padi atau bansi), dan pukulan gandang dol juga tansa.

Musik Pengiring Tari Gelombang


Untuk pilihan iringan dalam tari galombang ada beberapa macam lagu yang kerap digunakan diantaranya adalah talempong Tupa Bagaluik yang dimainkan untuk gerak maju para pamuda. Sedangkan saat dara-dara membawa carano dimainkan lagu tradisional saluang Lubuk Sao dan lagu bansi Palayaran untuk mengiringi para dara mempersembahkan sirih kepada tamu kehormatan.

dara membawa carano pada tari gelombang
Para dara membawa carano

Fungsi dan Makna Tari Gelombang Sumatera Barat


Seperti yang sudah dijelaskan diatas, bahwa tari gelombang digunakan untuk menyambut tamu yaitu tamu tetua adat dan tamu pada upacara penyambutan pengantin. Pada awal mulanya tari gelombang juga digunakan pada upacara adat penobatan penghulu.

fungsi tari gelombang


Fungsi tari Galombang dalam upacara adat penobatan penghulu sebagai berikut:

  1. Galombang hanya ditampilkan untuk penghulu pucuk sahaja iaitu penghulu yang terpilih sebagai ketua dari segala penghulu di nagari tersebut. Jika galombang ditarikan maka masyarakat akan mengetahui bahawa tamu yang datang adalah Penghulu Pucuk. Maka dapat diambil kesimpulan bahawa tari Galombang merupakan tari kebesaran Penghulu.
  2. Galombang sebagai kehormatan, masyarakat Koto Tangah Padang yang sangat menghormati penghulunya, tampa pamrih apa-apa penari meninggalkan pekerjaannya demi menyambut penghulu dengan tarian galombang. Masyarakat merasa jika tari galombang tidak ditampilkan ketika penghulu datang pada suatu upacara adat, maka mereka akan mendapat bencana. Menari bagi penari galombang adalah sebuah pengakuan untuk menghormati dan meningkatkan derajat seorang pemghulu dan nagari mereka.
  3. Galombang sebagai kekuatan nagari, dengan menggunakan pisau, dan kedua kumpulan penari dari tempat yang sama. Dengan menampilkan pergerakan berupa silat, maka merupakan kebanggaan bagi nagari tersebut bahwa mereka mempunyai anak muda yang dapat membela kampung mereka. Bentuk pencak silat tidak lagi dalam hakekat silat adanya ancang-ancang, kudo-kudo, langkah duo, langkah tigo dengan kudo-kudo yang berkesan tangkas, tetapi hanya sebagai memperancak "pencak" atau memperindah tari galombang di mana pada mula pencak silat merupakan identity tarian galombang yang disebut dengan silek galombang.
  4. Silek galombang mempunyai hakekat yang sakti iaitu: pertama untuk memagar tamu yang dihormati agar tidak dimudarati oleh orang lain, kedua untuk mengalihkan pikiran tamu jika ia berniat jahat (Bahar Tanjung: Wawancara 17-2-2007). Dengan memperlihatkan bunga-bunga silat maka para tetamu akan tertipu, fikirannya yang jahat menjadi lenyap kerana menyaksikan pergerakan-pergerakan yang indah yang dilakukan oleh para pesilat/penari.
Pada setiap penampilan tari Galombang tradisional harus ada sirih lengkap yang akan disuguhkan kepada tetamu. Tujuan sirih yang lengkap dengan pinang dan kapur sirih, menurut adat menunjukkan basa-basi atau sopan santun kepada tetamu seperti para ketua adat, pejabat pemerintah, atau tamu agung lainnya.

Perkembangan Tari Gelombang


Tari gelombang masih menjadi salah satu tradisi yang sering ditampilkan pada berbagai kegiatan di Sumatera Barat, khususnya dalam rangka penyambutan tamu-tamu pada upacara pengantin. Tarian ini kini sudah dimodifikasi sehingga tercipta tari gelombang kreasi.


Pertunjukan tari gelombang kreasi jauh berbeda dengan galombang asli. Tarian tersebut dominan ditarikan oleh perempuan. Pergerakannya tidak berkesan maskulin lagi seperti pergerakan silat namun lebih disesuaikan untuk ditarikan oleh perempuan. Persembahan tari galombang kreasi ini penarinya lebih didominasi oleh perempuan. Meskipun ada beberapa penari lelaki sebagai pembuka dalam bentuk silat tetapi hanya sebagai intro sahaja di awal tarian. Kadang kala penari laki-laki sebanyak 2 orang atau 4 orang sahaja yang berdiri paling hadapan mempragakan pergerakan silat sebagai pembuka tarian, selepas itu pergerakan tarian dilakukan oleh perempuan hingga tarian selesai.

tari gelombang kreasi


Video Tari Gelombang


Berikut kami tampilkan cuplikasn video tari gelombang sebagai gambaran bagi Sobat Tradisi akan kesenian daerah Sumatera Barat.



Demikian Sobat Tradisi, informasi seputar Tari Gelombang dari Sumatera Barat. Semoga bermanfaat.

Referensi :
1. http://rahmatps.blogspot.com/2013/02/tari-galombang-dalam-upacara-adat.html
2. https://mahligai-indonesia.com/pernikahan-nusantara/tari-galombang-dalam-pernikahan-adat-minang-6023
3. https://blogminangkabau.wordpress.com/2009/01/04/caro-urang-minang-baralek-gadang-di-padang/tari-galombang-mananti-alek-datang2/
4. Berbagai sumber dari google.com


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tari Gelombang dari Sumatera Barat"

Posting Komentar