Mitos Membeli Rumah yang Tidak Perlu Diperhatikan

Karena sejak kecil mayoritas masyarakat Indonesia masih ditanamkan untuk percaya tahayul, bukannya mempertanyakan, malah langsung mempercayainya. Anda tidak seharusnya percaya pada mitos karena mitos hanya dijadikan sebagai kebenaran dan pembenaran secara turun temurun, tidak ada korelasi langsung antara mitos atau kepercayaan dengan ilmu pendidikan yang ada selama ini, terutama dalam pembelian properti.

Pada saat proses pembelian rumah dijual, Anda akan dihadapkan dengan beberapa masalah seperti harga, fasilitas, akses terdekat dari sarana pendidikan, kesehatan, maupun hiburan. Ditambah lagi, Anda pasti akan dihadapkan dengan masalah lainnya seperti mitos mengenai beli rumah dijual karena pembelian hunian bukan hal yang sementara.

Tidak hanya dari sisi pembelian rumah dijual saja, mitos-mitos pembelian properti juga datang dari faktor-faktor lainnya misalnya, tata letak ruangan ataupun lokasi.

Jika saat ini Anda sedang dalam proses pembelian rumah, beberapa mitos-mitos di bawah ini mungkin tidak perlu Anda pikirkan daripada berujung pada gagalnya atau terhambatnya pembelian rumah tersebut.

Mitos Membeli Rumah yang Tidak Perlu Diperhatikan


1. Ngontrak Lebih Baik daripada Membeli

Dalam pembelian rumah dijual, pasti selalu terdapat bisikan “rumah sekarang mahal, mending ngontrak saja.” Alasan tersebut memang masuk akal, tetapi jika sudah mampu secara finansial, mengapa tidak?

Ngontrak bukan sesuatu yang perlu dipertahankan, banyak alasan selain finansial yang membuat Anda untuk meninggalkan mindset ‘ngontrak’ dalam pikiran. Menurut Lamudi.co.id, kenaikan harga sewa rumah setiap tahunnya adalah sebuah masalah yang membuat Anda tidak akan pernah memiliki hunian milik pribadi. Sama halnya dengan harga rumah yang cenderung meningkat setiap tahunnya, biaya sewa pun meningkat pula.

2. Lokasi Tusuk Sate 

Pengertian rumah tusuk sate adalah rumah yang posisinya terletak di tengah jalur pertigaan sebuah jalanan. Keberadaan rumah ini dapat dilihat seperti memotong salah satu jalur pertigaan sehingga nampak seperti jalan buntu; rumah bisa dilihat dari tiga sisi lokasi jalan.

Lokasi tusuk sate menjadi salah satu mitos yang paling terkenal dalam pembelian rumah dijual dikarenakan banyak orang percaya akan negative vibes saat mendengar kata tersebut.

Beberapa negative vibes yang menghantui pikiran Anda di antaranya adalah yang pertama adalah mudah sakit. Mengingat ada di pertigaan jalan, aliran chi mempercayai sebagai pembawa penyakit bagi Anda. Padahal, rumah tusuk sate menjadi aliran angin paling kuat karena tata letaknya dan membuat debu dan kotoran mudah masuk ke area rumah. Selanjutnya adalah membawa nasib buruk. Nasib buruk yang dimaksud adalah rumah Anda mudah tertabrak oleh kendaraan yang lewat, bahkan saat diam. Ini bisa dijelaskan secara ilmiah bahwa letaknya yang berada di persimpangan dan agak menurun, kedua hal tersebut membuat kendaraan suka mendadak mengalami rem blong dan hilang fokus untuk pada pengemudinya.

3. Tidak Membutuhkan Agen Properti 

Saat ingin membeli rumah dijual, tidak bisa dipungkiri bahwa sewaktu-waktu pasti membutuhkan agen properti. Tetapi, bagi sebagian orang tidak mempercayai akan mereka karena hanya akan menimbulkan kerugian bagi pembelinya seperti harus membayar lebih banyak dari harga rumah tersebut. Faktanya, mereka membantu mempercepat proses transaksi atau sebagai katalisator. Sistem dan jejaring yang telah dimiliki agen properti bisa mempercepat semua prosedur maupun administrasi.

Fakta lainnya adalah agen properti membantu dalam mengurus dokumen penting yang berkaitan dengan hukum. Jika Anda belum terlalu paham tentang ini, baiknya Anda menggunakan jasa mereka. Bagaimana jika ternyata sertifikat yang diberikan pada Anda palsu?

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mitos Membeli Rumah yang Tidak Perlu Diperhatikan"

Posting Komentar