Tari Cikeruhan

Tari Cikeruhan | TradisiKita - Cikeruhan merupakan seni tradisi tari pergaulan yang sudah lama sekali dikenal masyarakat Cikeruh. Cikeruh sendiri merupakan nama Desa di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat.

Lalu seperti bagaimanakah sejarah dan asal usul tari Cikeruh ini? dan seperti apa perkembangannya saat ini? mari kita simak penjelasan mengenai tari cikeruhan yang merupakan tari tradisional Jawa Barat ini.

Tari Cikeruhan dari Jawa Barat
Tari Cikeruhan dari Jawa Barat

Sejarah Tari Cikeruhan

Upriatna (58), Ketua Sanggar Motekar dan budayawan Jatinangor yang fokus mengangkat dan memajukan seni tradisi di wilayahnya, mengatakan, cikeruhan merupakan seni tari pergaulan yang usianya sudah sangat tua. Embrionya lahir dari tradisi ritual panen padi sebagai wujud rasa syukur kepada Dewi Sri Pohaci (dewi kesuburan) sekitar abad ke-18. Saat itu orang-orang berjalan kaki memikul padi dari sawah ke lumbung sembari menari dan membunyikan alat-alat yang mereka bawa. Lalu, ada seorang pejabat Belanda yang bekerja di perkebunan menghentikan mereka di tengah jalan. Orang Belanda itu ikut menari bersama mereka.

Selanjutnya, pejabat Belanda yang bekerja di kompleks perkebunan karet dan teh sekitar Jatinangor kerap mengundang pemusik dan pelantun lagu yang juga penari (ronggeng) untuk beraksi di kompleks perkebunan tersebut. Saat itu Cikeruh termasuk dalam lingkup kompleks perkebunan teh dan karet Jatinangor. Dari situ tradisi tersebut berlanjut menjadi tari pergaulan. Kata Supriatna, perkebunan merupakan lahan basah bagi para seniman itu untuk menggelar pertunjukan.

Namun, hal itu berbeda dengan keterangan Mas Nanu Munajar. Dalam bukunya berjudul Deskripsi Sajian Tari Cikeruhan (1995), berdasarkan keterangan yang ia himpun dari wawancara, Mas Nanu menyimpulkan, cikeruhan adalah tari tradisional yang dibawa dan dikembangkan di Cikeruh oleh salah seorang pangeran Sumedang. Tariannya berupa tarian tunggal pria yang diambil dari tingkah laku manusia dan binatang (Munajar, 1995:11-12).

Pertunjukan Tari Cikeruhan

Pertunjukan tari cikeruhan terdiri dari penabuh kendang; penggesek rebab; serta pemukul goong, ketuk tilu, dan kecrek. Kemudian, ada seorang ronggeng yang menyanyi sambil menari.

Pada tahap selanjutnya ditambah seorang pesinden. Ronggeng bertugas menari saja. Penonton akan menari bersama ronggeng dan membayar lagu yang dipesan. Yang khas dari cikeruhan adalah gesekan rebab dan tabuhan kendangnya. Tariannya bebas tanpa pakem. Tarian tersebut merupakan interaksi antara penonton dan ronggeng.

Kini ambuguitas cikeruhan semakin terasa dari gerak tarinya. Seniman akademisi menciptakan konsep koreografi tari cikeruhan. Mas Nanu merupakan salah seorang pelaku seni yang menciptakan koreografi cikeruhan. Dalam buku Deskripsi Sajian Tari Cikeruhan ia menerangkan alur sajian gerak yang terdapat pada cikeruhan, yaitu arang-arang bubuka, cikeruhan, kangsreng, dan arang-arang panutup. Ia juga mengombinasikan cikeruhan dengan pencak. Jadi, cikeruhan berbentuk seni tari pertunjukan yang terdiri dari dua penari perempuan (ronggeng); dua penari pria sebagai jawara; pengendang; penabuh goong, kecrek, ketuk tilu, dan rebab; serta pesinden.

Musik Pengiring Tari Cikeruhan

Tentu saja sebuah tarian tidak akan lengkap apabila tidak ada iringan musiknya. Untuk melengkapi keindahan Tarian Cikeruhan digunakan beberapa alat musik tradisional Jawa Barat yang membuat tarian menjadi lebih hidup seperti rebab, gong, kecrek dan kendang


Gerak Tari dan Kostum Penari Cikeruhan

Gerakan Tari Cikeruhan ini mengkombinasikan gerakan Tari Ketuk Tilu / jaipong dan Kesenian Pencak Silat yang membuat tarian ini menjadi sangat unik. Gerakan pencak silat sendiri membawa suasana pada zaman dulu yang dimana para Jawara yang saling memamerkan kekuatannya. 

Selain gerakannya yang indah, Tari Cikeruhan ini juga didukung dengan kostumnya yang tak kalah mewah yang menjadi ciri khas busana atau baju adat Jawa Barat. Untuk perempuan menggunakan kebaya dan rok samping dengan selendang sebagai aksesorisnya. Sedangkan untuk para lelaki, mereka mengenakan baju kampret hitam yang tanpa kancing dengan dalaman kaus yang umumnya berwarna merah dan celana pangsi yang sepanjang lutut dan berwarna hitam sebagai bawahannya. Selain itu, lelaki juga menggunakan ikat kepala dan mengenakan sarung yang disertakan dengan ikat pinggang besar yang terbuat dari kulit serta diselipkan golok  di bagian pinggang sebagai aksesorisnya.


Video Tari Cikeruhan

Untuk lebih mengenal tari Cikeruhan, mari kita simak sebuah video tari cikeruhan dibawah ini :


Demikian Sobat Tradisi, informasi seputar tari Cikeruhan yang berasal dari tanah pasundan Jawa Barat. semoga bermanfaat.

Sumber :

  • http://pemdescikeruh.blogspot.com/2011/11/tari-cikeruhan.html
  • https://budaya-indonesia.org/Mengenal-Tari-Cikeruhan
  • https://www.pikiran-rakyat.com/hidup-gaya/2017/07/28/kisah-jawara-kasmaran-dikemas-lewat-tarian-406209
  • https://www.youtube.com/watch?v=mIwYGScUmAc

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Tari Cikeruhan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel