Tari Bondan Tari Klasik Jawa Tengah

Tari Bondan Tari Klasik Jawa Tengah | TradisiKita - Tari Bondan merupakan salah satu tari tradisional Jawa Tengah. Pengertian tari klasik sendiri adalah tarian tradisional yang lahir di lingkungan keraton, hidup dan berkembang sejak zaman feodal, dan diturunkan secara turun temurun di kalangan bangsawan.

Tari klasik umumnya memiliki beberapa ciri khas antara lain berpedoman pada pakem tertentu (ada standarisasi), memiliki nilai estetis yang tinggi dan makna yang dalam, serta disajikan dalam penampilan yang serba mewah mulai dari gerak, riasan, hingga kostum yang dikenakan. Lalu bagaimana dengan Tari Bondan? Bagaimana asal usul tari Bondan? sejarah tari Bondan? dan seperti apa ciri-ciri tari Bondan?

Tari Bondan

Tari Bondan - Surakarta Jawa Tengah

Tarian Bondan merupakan salah satu tarian tradisional dari Jawa Tengah yang menggambarkan tentang kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. Tarian Bondan merupakan salah satu tarian tradisional yang berasal dari Surakarta, Jawa Tengah. Seperti apakah tari Bondan ini? mari kita simak penjelasannya dibawah ini.

Sejarah dan Asal Usul Tari Bondan


Tari Bondan dulunya adalah tarian wajib bagi para kembang desa di kerajaan Mataram Lama. Berdasar sebagian sumber sejarah yang ada, diketahui bahwa asal usul Tari Bondan ini pada masa silam adalah merupakan tarian yag dimainkan oleh beberapa kembang desa untuk menunjukan jati dirinya. Dengan Tari Bondan ini para penari diajak untuk belajar dan membayangkan bagaimana mereka kelak pada saatnya akan menjadi seorang ibu yang juga mempunyai kewajiban untuk mengasuh anak mereka. Tarian ini mengajarkan bawha menjadi wanita bukan sekedar berparas cantik, tetapi juga harus  bisa mengasuh, memberikan kasih sayang dan bisa melindungi anaknya.

Perkembangan Tari Bondan

Dalam perkembangannya, tari bondan terbagi menjadi 3 varian berbeda. Pembagian tari Bondan ini didasari penggunaannya, yakni Tari Bondan Cindogo, Tari Bondan Mardisiwi, dan Tari Bondan Tani/Tari Bondan Pegunungan.

Perbedaan dari ketiga jenis tari bondan yang telah di sebutkan tidak hanya terdapat pada kostum yng dipakai, iringan musik, dan gerakannya saja, melainkan juga pada sub-tema yang diangkatnya. Berikut gambaran Tari bondan cindogo, bodan mardisiwi dan bondan tani  :


  • Tari bondan cindogo merupakan tarian yng menggambarkan ihwal kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya yang akhirnya meninggal dunia, menjadikan lebih bernuansa sedih.
  • Tari bondan mardisiwi lebih mengarah pada kebahagiaan seorang ibu yng pertama kali dikaruniai momongan, 
  • Tari bondan tani/pegunungan lebih mengangkat kehidupan ibu-ibu di desa yang selain berkewajiban mengasuh anaknya pula membantu suaminya bekerja di sawah/ladang.

Pertunjukan Tari Bondan

Salah satu keunikan dalam pertunjukan tari Bondan adalah para penari Tari Bondan menari dengan menggendong boneka bayi dengan satu tangan, sementara tangan satunya memegang payung kertas. Kemudian ada adegan yang menjadi ciri khas adalah saat para penari menari di atas sebuah kendil. Pada adegan satu ini penari harus menjaga keseimbangan mereka di atas kendil agar kendil yang dipijak tidak pecah. Selain itu para penari juga harus menari di atas kendil sambil mememutar – mutar kendil yang di injak serta memainkan payung yang di bawanya. 

Sedangkan untuk pertunjukan Tari Bondan Tani atau Pegunungan sedikit berbeda dengan tari bondan cindogo dan mardisiwi. Dalam pertunjukannya, Tari Bondan Pegunungan menggambarkan perempuan desa di pegunungan atau desa tani dalam menggarap ladang atau bertani. Setelah menari menggunakan peralatan tani tersebut para penari melepas baju bertaninya dan mengganti dengan baju yang di gunakan dalam Tari Bondan. Kemudian para penari menari dengan gerakan Tari Bondan lainnya.

Musik Pengiring Tari Bondan

Seperti pada tarian tradisional lainnya, tari Bondan juga tidak luput dari iringan musik yang menjadikan tarian tradisional Jawa Tengah ini lebih memiliki jiwa dalam menceritakan kisah dalam tariannya. Tari Bondan ini juga biasa di iringi dengan iringan musik tradisional Jawa Tengah berupa gending. Pada awalnya tarian ini di iringi dengan lagu dolanan, namun dalam perkembangannya tarian ini di iringi dengan gending lengkap.

Busana Penari Tari Bondan

Selain musik pengiring tari Bondan, perlengkapan yang tak kalah pentingnya dalam tarian ini adalah kostum para penari. Dengan kostum tersebut dapat menggambarkan tokoh yang sedang ditampilkan yaitu ibu-ibu pedesaan yang mengemban tugas dalam mengurus kehidupan keluarganya yaitu membesarkan anak. 

Dalam pertunjukannya, para penari Tari Bondan di balut dengan busana seperti kain wiron, jamang, baju kutang dan Pada bagian atas memakai sanggul. Namun untuk Tari Bondan pegunungan awalnya menggunakan baju yang gadis desa.

Properti dalam Tari Bondan

Properti yang di gunakan dalam tarian ini umumnya menggunakan payung kertas dan boneka bayi. properti yang digunakan dalam tari Bondan ini menjadi ciri khas tari tradisional Jawa Tengah ini. Namun selain payung dan boneka bayi, dalam pertunjukan Tari Bondan cindogo biasanya juga menggunakan kendil dalam tariannya, sedangkan untuk Tari Bondan mardisiwi biasanya tidak menggunakan kendil dalam tariannya. 

Selain itu untuk Tari Bondan pegunungan biasanya di awali menggunakan tenggok yang di gendong, alat pertanian, serta memakai caping pada kepalanya. Namun setelah menari menggunakan alat bertaninya kemudian para penari melepaskan baju tani dan caping, kemudian di masukan kedalam tenggok dan mengganti dengan properti Tari Bondan yang sudah disebutkan diatas.


Demikian Sobat Tradisi, informasi mengenai tari Bondan yang merupakan tarian klasik dari Surakarta, Jawa Tengah. Tarian yang sarat akan pesan-pesan moral bagi para wanita ini masih menjadi salah satu tarian Jawa Tengah yang dipentaskan dalam berbagai acara.

Semoga bermanfaat.

Belum ada Komentar untuk "Tari Bondan Tari Klasik Jawa Tengah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel