Tari Tarek Pukat, Penjelasan dan Gambarnya

Tari Tarek Pukat | TradisiKita - Tari Tarek Pukat merupakan salah satu tari tradisional Aceh yang unik dan menggambarkan kehidupan para nelayan di Aceh. Kali ini TradisiKita akan membahas tentang tari tarek pukat ini lengkap dengan penjelasan dan gambarnya.

Apakah Tari Tarek Pukat itu? Tari Tarek Pukat adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari daerah Aceh. Tarian ini biasanya dibawakan oleh sekelompok penari wanita yang menari dengan menggunakan tali sebagai atribut menarinya. Tari Tarek Pukat ini merupakan tarian menggambarkan tentang aktivitas para nelayan Aceh saat menangkap ikan di laut. Tarian ini biasanya sering ditampilkan di berbagai acara seperti upacara penyambutan, acara adat, dan acara budaya.

Baik Sobat Tradisi mari kita simak penjelasan mengenai tari tarek pukat dibawah ini

Tari Tarek Pukat

Tarek Pukat
Tarian Aceh Tarek Pukat

1. Sejarah Tari Tarek Pukat


Sejarah Tari Tarek Pukat ini pada awalnya terinspirasi dari tradisi menarek pukat atau tradisi menarik jala yang sering dilakukan oleh masyarakat Aceh, Khususnya masyarakat di daerah pesisir yang sebagian besar merupakan nelayan.

Tradisi Menarik Pukat / Jala ini sangat unik karena dilakukan secara bersama-sama / gotong royong. Jadi pada saat menangkap ikan, mereka melepas dan menarik jala tersebut secara gotong royong. Setelah selesai menangkap ikan, hasil yang mereka dapatkan tadi akan dibagi-bagikan kepada warga yang ikut serta saat menarek pukat tadi. Tradisi tersebut kemudian direfleksikan dalam sebuah tari yang disebut dengan Tari Tarek Pukat ini.

2. Fungsi Dan Makna Tari Tarek Pukat


Sebagaimana yang telah dijelaskan mengenai sejarah tari tarek pukat diatas, bahwa tarian ini merupakan refleksi dari kegiatan para nelayan di pesisir Aceh. Sehingga dapat disimpulkan bahwa selain tari tarek pukat ini difungsikan sebagai bentuk seni pertunjukan, Tari Tarek Pukat ini juga difungsikan sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya dan tradisi masyarakat Aceh pesisir, khususnya saat menangkap ikan di laut. Adapun makna Tari tarek pukat ini adalah sebagai gambaran sikap gotong royong dan semangat kebersamaan masyarakat yang direfleksikan dalam sebuah tarian.

3. Pertunjukan Tari Tarek Pukat


Pertunjukan Tari Tarek Pukat ini biasanya dilakukan oleh para penari wanita yang terdiri dari 7 orang penari atau lebih. Jumlah penari biasanya disesuaikan dengan kelompok atau sanggar masing-masing. Dalam pertunjukannya, penari tarek pukat dibalut dengan busana tradisional Aceh dan diiringi kelompok pengiring musik tradisional Aceh. Pa, penari menari dengan gerakannya yang khas dan menggunakan tali sebagai atribut menarinya.

Pertunjukan Tari Tarek Pukat  diawali dengan gerakan seperti tarian Aceh pada umumnya, yaitu menari dengan posisi duduk sambil menepuk dada dan paha. Gerakan tersebut dilakukan secara kompak mengikuti irama lagu dan musik pengiring. Setelah itu dilanjutkan dengan saling mengaitkan tali satu sama lain.

Salah satu hal yang menarik dalam tarian ini adalah di akhir tarian, ketika selesai mengaitkan tali satu sama lain, penari akan menarik tali tersebut dan menjadi sebuah rangkaian jaring/jala. Bagi anda yang belum pernah menyaksikan tarian ini mungkin akan bingung, bagaimana cara mereka membuat jaring tersebut? Hal ini lah yang menjadi salah satu daya tarik Tari Tarek Pukat ini, dan tak jarang membuat para penonton takjub dan memberikan tepuk tangan yang meriah kepada para penari.

4. Musik Pengiring Tarian Tari Tarek Pukat


Pertunjukan Tari Tarek Pukat pada umumnya diiringi oleh alunan musik yang berasal dari alat-alat musik tradisional Aceh antara lain  sarune kale dan rapa’i. Tarian ini juga diiringi oleh lagu daerah Aceh “tarek pukat” yang dinyanyikan oleh pengiring vocal. Namun, ada kalanya juga para penari menyanyikan beberapa bait lagu tersebut secara bersama sama. Saat menari, tempo gerakan penari juga harus disesuaikan dengan musik pengiring agar terlihat padu dan kompak.

5. Busana Penari Tari Tarek Pukat


Kostum atau busana yang digunakan oleh para penari dalam pertunjukan Tari Tarek Pukat ini biasanya merupakan busana tradisional. Para penari biasanya menggunakan pakaian seperti baju lengan panjang, celana panjang dan kerudung pada bagian kepala. Selain itu penari juga menggunakan kain songket dan sabuk pada bagian pinggang dan hiasan kerudung sebagai pemanisnya.

6. Perkembangan Tari Tarek Pukat


Lalu bagaimana dengan perkembangan tari tarek pukat pada saat ini? Mungkin Sobat Tradisi masih bisa bernafas lega, karena Tari Tarek Pukat masih terus dilestarikan dan dikembangkan hingga sekarang. Berbagai kreasi dan variasi dalam segi gerak, kostum, dan pengiring, juga sering ditampilkan di setiap pertunjukannya agar terlihat menarik. Walaupun begitu, namun tidak mengilangkan ciri khas dan keasliannya.

Tari Tarek Pukat juga masih sering ditampilkan di berbagai acara seperti acara penyambutan, acara perayaan dan acara adat lainnya. Selain itu, tarian ini juga sering ditampilkan di berbagai acara budaya seperti pertunjukan seni, festival budaya dan promosi pariwisata. Hal ini dilakukan sebagai usaha melestarikan dan memperkenalkan kepada generasi muda serta masyarakat luas akan Tari Tarek Pukat ini.

7. Video Tari Tarek Pukat

Untuk mengetahui seperti apa tari tradisional Aceh ini, mari kita sama-sama simak video tari Tarek Pukat NAD berikut ini :


Demikian Sobat Tradisi, informasi mengenai tari tarek pukat lengkap dengan penjelasan dan gambarnya. semoga bermanfaat.


0 Response to "Tari Tarek Pukat, Penjelasan dan Gambarnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel