Kampung Laweyan Riwayatmu Kini

Orang bilang zaman telah berubah, demikian juga seiring dengan bergulirnya waktu, kesan “murah” Kota Solo mungkin sudah mulai bergeser. Di Kota ini sudah banyak mal dan apartemen bermunculan. “Aroma” modernitas pun mulai merebak di tengah kehidupan tradisional yang dianut oleh sebagian ‘rakyat’ di Kota Solo.

Memang bila Sobat mau membeli es teh manis dan nasi bungkus  dengan harga kaki lima juga masih ada, namun tentu bukan ini yang ingin dicari para wisatawan termasuk para traveler sekalipun. Apalagi kalau bukan keunikan dari sebuah kota, terutama “sekelas” Kota Solo yang bisa dikatakan “atraktif” secara budaya ini.

Di kota Solo ada sebuah tempat yang unik lho Sobat. Apakah Sobat Tradisi pernah mendengar Kampung Laweyan?

Yuk, kita langsung menuju lokasi, ada apa sih di Kampung Laweyan dan apa saja yang telah berubah dari Kampung Laweyan di kota yang selalu berdandan genit ini dari waktu ke waktu!

Dari Hunian Pedagang Batik hingga Sentra Penjualan Batik

 
Gambar : yogyakarta.panduanwisata.id
Kota Solo memang terkenal dengan kain batik ‘halus’nya yang desain dan motifnya ‘priyayi’. Pusat pembuatan kain batik halus yang ditulis tangan ini ada di Kampung Laweyan terletak di selatan Kota Solo.

Dahulu Kampung Laweyan dikenal sebagai tempat tinggal para pedagang batik kaya yang membangun istananya sendiri. Namun sekarang sudah berdandan dan berubah menjadi sentra penjualan batik untuk para turis.

Memasuki kawasan tempat wisata perkampungan batik Laweyan ini, Sobat akan disambut papan bertuliskan “Save Our Heritage”. Ya, kawasan ini memang sudah mulai mendunia. Beberapa orang bule terlihat belajar membatik di sebuah rumah di Kampung Laweyan ini.

Wajah kampung Laweyan ini memang telah berubah, tidak semuram seperti puluhan tahun sebelumnya yang hanya menjadi kawasan rumah hunian dan produksi kain batik.

Rumah-rumah tua yang dikelilingi pagar tembok kokoh memang menyiratkan kejayaan masa lalu. Saat Sobat menyusuri lorong-lorong sempit di kampung Laweyan ini, tentu akan merasakan aura masa lalu. Apalagi bau lilin bahan pembuat kain batik, menyerebak di setiap lorong jalan.

Begitu pintu salah satu rumah di lorong terbuka, tampak kegiatan membatik dilakukan oleh para karyawan di halaman. Sobatpun bisa mendapati beragam motif batik dari yang lawas hingga yang motif modern, buatan desainer muda, para  pewaris yang berprofesi sebagai pengusaha batik ini.

Dari Sentra Penjualan Menuju Kawasan Wisata Terpadu


Di sini Sobat Tradisi akan menemukan sebuah harmonisasi perpaduan antara peninggalan masa lalu di kawasan Kampung Laweyan produksi batik dengan derap kehidupan modern Kota Solo.

Laweyan memang mulai bergerak bukan hanya sekadar tempat wisata sejarah, beriringan dengan modernitas yang berjalan. Dalam satu wadah pengembangan Kampung Batik Laweyan Solo, industri batik ini sekarang tidak hanya terbatas pada produksi batik saja, melainkan pemasaran dan penjualan serta tempat wisata terpadu.

Show Room yang digelar di rumah-rumah lawas produksi batik, bukan sekadar tempat pembeli datang dan pulang membawa kain batik. Namun mereka bisa diajak berpartisipasi dengan turut serta mengenal seni batik lebih jauh, serta melestarikan budaya kain batik melalui pembelajaran membatik bila berminat.

Itulah selintas pandang gambaran Kampung Laweyan saat ini yang bisa Sobat kunjungi bila berlibur di Kota Solo. Bila Sobat sedang mencari tiket murah untuk perjalanan wisata Sobat, pesan tiket pesawat Sobat melalui website Airy.


Website Airy saat ini menyediakan fasilitas pemesanan tiket pesawat domestik dan hotel untuk Sobat Tradisi yang suka melakukan traveling. Dengan dukungan pelangan yang ramah dan profesional, Sobat akan merasakan mudahnya melakukan hobi traveling bersama Airy. Nah, Sobat bisa memesannya melalui website Airy sekarang juga, jadi tunggu apalagi?


Loading...


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kampung Laweyan Riwayatmu Kini"

Posting Komentar