100 Alat Musik Tradisional Indonesia Bag.1

Alat Musik Tradisional Indonesia | TradisiKita - Artikel kali ini adalah merupakan sebuah rangkuman kekayaan alat-alat musik tradisional Indonesia dari ujung Sumatera sampai Papua.

Alat musik tradisional tersebut merupakan warisan leluhur bangsa Indonesia yang sebagian masih terus diregenerasi dan dapat bertahan dari kemajuan zaman dan teknologi.

Untuk Sobat generasi muda Indonesia, ada baiknya juga mengenal alat musik tradisional asli Indonesia ini beserta asal usulnya. Ok Sobat, tanpa banyak cerita, mari kita kenali alat-alat musik daerah Indonesia dari 34 Provinsi di Indonesia.

100 Alat Musik Tradisional Indonesia

Alat musik daerah ini kami susun berdasarkan provinsi yang berada di 4 Pulau besar di Indonesia. Hal ini untuk memudahkan Sobat mengenal berbagai alat musik tradisional tersebut beserta daerah asalnya.

Provinsi Aceh

1. Teganing

Teganing adalah merupakan alat musik pukul tradisional yang berasal dari daerah Gayo khususnya Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. Alat musik Teganing dibuat dari seruas bambu pilihan dengan panjang sekitar 1 - 1,10 m.

Alat musik tradisional Teganing dimainkan dengan cara memukulnya dengan pegeul (stick) ke talinya dengan tangan kanan dan tangan kiri memukul-mukul badan Teganing pengganti repa’i atau gegedem sebagai tingkahnya. Baca info lengkap tentang teganing.

2. Bangsi Alas


Alat musik tradisional Aceh yang bernama Bangsi Alas adalah merupakan instrumen tiup dari bambu yang dijumpai banyak dijumpai di daerah Alas, Kabupeten Aceh Tenggara. Secara tradisional pembuatan Bangsi dikaitkan dengan mistik, yaitu ketika ada orang meninggal dunia di kampung/desa tempat Bangsi dibuat. Apabila diketahui ada seorang meninggal dunia, Bangsi yang telah siap dibuat sengaja dihanyutkan disungai. Setelah diikuti terus sampai Bangsi tersebut diambil oleh anak-anak, kemudian Bangsi yang telah di ambil anak-anak tadi dirampas lagi oleh pembuatnya dari tangan anak-anak yang mengambilnya. Bangsi inilah nantinya yang akan dipakai sebagai Bangsi yang merdu suaranya.

3. Canang

Canang adalah alat musik tradisional dari Aceh yang sering dijumpai pada kelompok masyarakat Aceh, Gayo, Tamiang, dan Alas. Masyarakat Aceh menyebutnya "Canang Trieng", di Tamiang disebut "Kecapi" dan di Alas disebut dengan "Kecapi Olah".

Canang terbuat dari kuningan dan bentuknya menyerupai gong. Hampir semua daerah di Aceh terdapat alat musik canang dan masing-masing memiliki pengertian dan fungsi yang berbeda-beda pula.

Fungsi canang secara umum sebagai penggiring tarian-tarian tradisional. Canang juga sebagai hiburan bagi anak-anak gadis yang sedang berkumpul. Biasanya dimainkan setelah menyelesaikan pekerjaan di sawah ataupun pengisi waktu senggang.

Provinsi Sumatera Utara

Mari kita lanjutkan perjalanan alat musik tradisional Indonesia ini di Provinsi Sumatera Utara :

4. Pangora

Kalo di Jawa kita mengenal alat musik Gong, dengan bentuk yang relatif sama di Sumatera Utara alat musik tradisional semacam itu disebut dengan alat musik Pangora. Namun beda daerah beda pula ciri khasnya. Di Sumatera Utara, alat musik pangora ini berbunyi "pok". Hal ini disebabkan karena alat musik pangora ini dipukul dengan menggunakan stik dan bagian pinggiran pangora diredam dengan pegangan tangan. Pangora ini adalah jenis gong yang paling besar dengan diameter sekitar 37 cm dan ketebalan sekitar 6 cm.

5. Gordang

Gordang (single headed drum) adalah salah satu alat musik tradisional Batak Toba, yaitu satu buah gendang yang lebih besar dari taganing yang berperan sebagai pembawa ritem konstan mau pun ritem variable. Alat musik dari Sumatra Utara yang dikenal dengan nama Gordang ini dibuat dari kayu dan dimainkan dengan cara dipukul.

6. Doli-Doli


Doli-doli adalah alat musik dari Sumatera Utara yang terbuat dari 4 bilah kayu yang dimainkan dengan cara ditiup. Alat musik tradisional Sumatera Utara jenis ini banyak dijumpai di daerah Nias.

7.  Druni Dana


Druni dana juga merupakan alat musik tradisional yang berasal dari pulau Nias. Kalau Doli-doli terbuat dari kayu, Druni Dana ini terbuat dari bambu yang dibentuk sedemikian rupa sampai hampir menyerupai garpu tala.

Provinsi Sumatera Barat

8. Saluang

Saluang adalah alat musik tradisional dari Sumatera Barat yang terbuat dari Bambu Talang.Saluang memiliki diameter sekitar 3-4 cm, panjangnya 40 - 60 cm dan hanya memiliki 4 lubang. Alat musik tradisional Saluang ini dimainkan dengan cara ditiup.

9. Talempong

Talempong adalah alat musik pukul tradisional khas minangkabau. Alat musik tradisional yang berkembang di masyarakat Sumatera Barat ini terbuat dari kuningan, namun sebagian ada pula yang terbuat dari kayu dan batu. Alat musik tradisional talempong ini sama bentuknya sama dengan alat musik bonang dalam seni gamelan di Pulau Jawa.


10. Pupuik Batang Padi

Pupuik batang padi merupakan alat musik tradisional yang berkembang di daerah Agam Sumatera Barat. Alat musik tradisional Pupuik batang padi ini memang terbuat dari ruas batang padi yang sudah tua dan berbuku. Proses pembuatan pupuik (puput) batang padi terhitung sederhana. Batang padi yang sudah tua dipecah secara hati-hati di dekat pangkal bukunya. Pecahan batang itu akan membentuk semacam pita suara yang menjadi sumber bunyi. Jika ditiup, pita suara itu akan mengeluarkan bunyi yang melengking.

Provinsi Jambi

11. Serangko

Serangko adalah sejenis alat musik tiup yang terbuat dari tanduk kerbau. Panjang alat musik Serangko ini mencapai 1 meter - 1,5 meter. Pada zaman dahulu alat musik Serangko ini digunakan oleh komandan perang untuk memberikan komando. Selain fungsi itu, Serangko juga digunakan untuk pemberitahuan ketika ada musibah kematian yang menimpa salah satu masyarakat di Jambi.

12. Gangor / Cangor


Gangor Cangor merupakan alat musik tradisional Jambi yang terbuat dari bambu. Cangor merupakan alat musik sitar tabung, termasuk kelompok alat musik idio-kordofon. Alat musik ini biasanya dimainkan sebagai pelepas lelah bagi petani ketika sedang istirahat. Cangor banyak ditemukan di Kabupaten Sarolangun, Merangin, Bungo, Tebo dan Kerinci.

13. Puput Kayu

Jika di Sumatera Barat kita mengenal alat musik Puput Serunai, di Jambi ada yang namanya Puput Kayu. Puput Kayu ini adalah sejenis alat musik tradisional Jambi yang terbuat dari kayu. Alat musik Puput Kayu tergolong alat musik tiup. Puput Kayu ini sejenis serunai yang dilengkapi lidah-lidah sebagai alat bantu tiup, pada badan puput kayu terdapat tujuh lubang nada. Puput kayu dimainkan sebagai pelengkap alat kesenian pada saat mengiringi lagu dan tarian tradisional Jambi.

14. Kelintang Kayu


Di Jambi kita juga dapat menemui alat musik tradisional yang disebut Kelintang Kayu. Kelintang kayu juga termasuk alat musik tradisional Jambi yang terbuat dari potongan-potongan kayu yang dimainkan dengan cara dipukul.





Provinsi Riau

15. Gambus

Gambus adalah salah satu alat musik tradisional dari Riau yang bentuknya mirip dengan gitar, namun memiliki bentuk yang mirip dengan buah labu dibagi dua. Alat musik Gambus merupakan jenis alat musik petik yang memilik jumlah senar antara 3- 12 buah.

16. Rebana

Rebana adalah sebuah alat musik pukul yang terbuat dari kayu dengan salah satu sisinya ditutup menggunakan kulit kayu. Alat musik tradisional asal Riau ini umumnya berbentuk bulat pipih dengan berbagai ukuran dari yang besar sampai kecil. Rebana biasa digunakan untuk mengiringi nyanyian dan tarian rakyat. Alat musik rebana ini sangat terkenal sejak zaman kerajaan Melayu Kuno yang sering digunakan saat upacara pernikahan.

17. Nafiri

Nafiri adalah alat musik tiup yang berasal dari Provinsi Riau. Alat musik tiup yang mirip dengan terompet ini memiliki fungsi sebagai berikut : Pengiring tarian tradisional, sebagai alat musik yang utama di dalam musik robat yang merupakan musik yang dimainkan di lingkungan masyarakat, sebagai melodi yang digunakan untuk menentukan gerakan-gerakan silat, untuk penobatan raja-raja ketika Riau masih berbentuk kerajaan-kerajaan serta bangsawan, tanda terhadap terjadinya peperangan, bencana, dan kematian serta alat yang digunakan sebagai penanda spiritual untuk memanggil dewa, roh, atau arwah nenek moyang.

Provinsi Kepulauan Riau

18. Bebano

Bebano adalah merupakan alat musik tradisional berupa perkusi yang mengiringi musik bukoba (koba). Bukoba adalah merupakan tradisi lisan yang didendangkan pada saat acara perhelatan seperti pernikahan.

19. Gambang Camar


Gambang Camar alat musik yang terbuat dari kayu dan logam yang dibunyikan dengan cara dipukul dengan alat pemukul. Gambang Camar termasuk jenis alat musik silofon, yang terdiri dari enam bilah kayu hitam yang ditempatkan pada rak bersayap. Gambang Camar dimainkan saat peringatan hari besar Islam dan acara hiburan sehari-hari.

20. Gedobak

Gedombak adalah alat musik tradisional Kepulauan Riau yang dibunyikan dengan cara dipukul. Alat musik ini terbuat dari kayu, kulit binatang dan rotan. Gedombak sejenis gendang menyerupai piala. Gendang ini dibunyikan untuk mengiringi teater mak yong yang populer di daerah Riau. Gedombak dimainkan bersama dengan nafiri, gong tetawak, breng-breng (gong pipih) dan ceracap (tepuk bambu).

21. Marwas


Alat musik tradisional Marwas adalah adalah sebuah gendang yang berukuran lebih kecil dari gendang biasa, terbuat dari kulit kambing, kayu cempedak dan rotan. Marwas termasuk salah satu alat dalam tarian musik zapin. Dalam tataran musik zapin, marwas berfungsi menjaga kestabilan intro dan melahirkan harmoni musikal. Alat musik ini dapat juga berfungsi sebagai ketukan atau mat.

Provinsi Bangka Belitung

22. Dambus


Dambus merupakan kesenian khas masyarakat Bangka Belitung yang menggunakan alat musik dan lagu-lagu khas dambus sendiri. Alat musik dambus merupakan alat musik tradisional khas Bangka Belitung yang memiliki bentuk mirip dengan gitar. Alat musik ini terdiri dari kepala yang berbentuk kepala rusa, senar dan juga badan dambusnya. Sesungguhnya alat musik dambus sudah ada sejak zaman dahulu kala dalam adat melayu, namun seiring berjalannya waktu, Bangka Belitung memiliki ciri khas tersendiri untuk alat musik dambusnya. Lantunan nada yang dihasilkan dari petikan senarnya begitu pas dengan irama musik melayu

23. Gambangan

Gambangan adalah merupakan alat musik tradisional menyerupai alat musik marimba atau gamelan di Jawa dan Bali. Namun alat musik tradisional asli Belitung ini ternyata sudah ada sejak zaman dahulu. Alat musik gambangan ini terbuat dari bahan kayu lempung atau kayu yang ringan seperti meranti, medang, libut, dan sengkrubong. Penggunaan jenis kayu tersebut kata Repiah sangat mempengaruhi kualitas suara yang dihasilkan oleh Gambangan. Kayu nomor satu yang dianggap paling bagus adalah kayu cengal dan kayu berubok. Akan tetapi saat ini jenis kayu tersebut sudah sangat langka.

Provinsi Sumatera Selatan

24. Burdah / Gendang Oku

Burdah atau Gendang Oku ini adalah alat musik tradisional dari Sumatera Selatan sejenis rebana yang terbuat dari kayu dan kulit binatang. Dibandingkan dengan rebana, ukuran burdah lebih besar. Di Sumatera Selatan, alat musik tradisional Burdah / gendang oku ini dimainkan untuk mengiringi lagu Islami (barjanji) pada acara keagamaan yang dimainkan sendiri maupun berkelompok. Burdah juga sering digunakan untuk mengiringi kesenian pencak silat.


25. Alat Musik Tenun

Alat musik tradisional dari Sumatera Selatan selanjutnya disebut dengan alat musik tenun. Disebut alat musik tenun dikarenakan alat musik ini biasanya dipergunakan sebagai penghibur para pekerja yang sedang menenun. Alat musik tenun ini terbuat dari kayu yang berbentuk persegi panjang, dengan ornamen segitiga berangkai ditengahnya. Segitiga berangkai yang berada di tengah alat musik inilah yang dibunyikan dengan cara dipukul sehingga menimbulkan bunyi dengan nada-nada tertentu.

26. Genggong


Selain ditemukan di daerah Bali, ternyata Genggong juga ada di Sumatera Selatan. Namun walaupun namanya sama ternyata bentuknya sangat berbeda. Genggong ini merupakan salah satu alat musik tradisional yang dimiliki oleh masyarakat Besemah Kota Pagaralam, sejenis alat musik tiup yang menghasilkan suara mirip harmonika. Alat musik ini terbuat dari bilah bambu, kayu, pelepah enau atau logam dan dimainkan dengan cara dipegang ditangan kiri dan bagian sisinya ditempelkan ke bibir. Selanjutnya dengan mainkan lidah getar yang ada pada genggong dengan tangan kanan maka genggong akan menghasilkan bunyi.

Provinsi Bengkulu

27. Tasa

Tasa atau seing disebut pula Gendang Tasa berbentuk seperti rebana. Alat musik tradisional dari Bengkulu ini terbuat dari tembaga, besi plat atau alumunium, dan juga bisa dari kuali yang permukaannya ditutup degan kulit kambing yang telah dikeringkan. Alat musik tradisional Bengkulu ini digunakan bersama dengan Dol, untuk acara Tabot yang dilaksanakan didaerah Bengkulu.



28. Dol


Sekilas dol berbentuk seperti beduk. Berbentuk setengah bulat lonjong dan berhiaskan ornamen warna-warni. Dol terbuat dari kayu atau bonggol kelapa yang terkenal ringan namun kuat atau kadang juga terbuat dari kayu pohon nangka. Bonggol pohon kelapa dilubangi dan bagian atasnya lalu ditutup kulit sapi atau kulit kambing. Diameter dol terbesar bisa mencapai 70-125 cm dengan tinggi 80 cm dan alat pemukulnya berdiameter 5 cm dan panjangnya 30 cm.

29. Hermamium


Alat musik tradisional Hermanium berbentuk persegi, bahannya terbuat dari kayu, besi, kertas dan plastik. Pada badan alat musik tradisional dari Bengkulu yang satu ini dihiasi dengan ornamen flora. Alat musik Hermanium ditemukan pada bulan Maret 1983 di Kota Bengkulu.

Provinsi Lampung

30. Gamolan


Gamolan adalah alat musik tradisional yang menyerupai gamelan. Alat musik Gamolan dari Provinsi Lampung ini merupakan alat musik yang terbuat dari bambu dan dimainkan dengan cara dipukul. Diperkirakan alat musik khas Lampung ini sudah dimainkan masyarakat Lampung kuno sejak abad ke-4 masehi, akan tetapi sampai dengan saat ini banyak masyarakat Lampung yang belum mengetahui dari kekayaan alat musik tradisional ini.

31. Serdam


Serdam merupakan alat musik tiup tradisional dari Provinsi Lampung yang terbuat dari bambu dan memiliki nada pentatonis. Berbeda dengan Seruling atau Suling, Serdam umumnya menghasilkan nada dasar G = do, terdiri dari 5 lubang yang menghasilkan tangga nada berirama do, re, mi, sol, la dan si (1, 2, 3, 5, 6 dan 7). Instrumen musik Lampung ini terbuat dari bambu yang berbentuk bulat berdiameter + 1 cm dengan panjang + 25,5 cm. Diameter lubang peningkah + 4 mm, jarak dari ujung buluh ke lubang peningkah + 4 cm, sedang jarak antara masing-masing lubang peningkah + 2 cm. Jarak lubang klep I dan klep II + 1,5 cm sedangkan jarak peniup ke klep I + 4 cm.

32. Kompang / Khaddap


Kompang merupakan sejenis alat musik tradisional yang sangat dikenal di kalangan masyarakat Melayu pada umumnya. Hampir mirip dengan alat musik rebana, Kompang merupakan alat musik tradisional dari Provinsi Lampung yang dibuat dari kayu dan kulit kambing. Di beberapa daerah di Lampung, alat musik Kompang juga disebut dengan Khaddap. Keberadaan alat musik ini dikaitkan dengan penyebaran agama Islam di Indonesia.

Provinsi Jawa Barat

33. Karinding

Karinding adalah alat musik tradisional Jawa Barat khususnya suku Sunda. Karinding ini berasal dari beberapa tempat di Jawa Barat seperti dari Citamiang, Pasir Mukti, Tasikmalaya, Malangbong (Garut) dan Cikalong Kulon (Cianjur), provinsi Jawa Barat. Di daerah tadi biasanya alat musik tradisional karinding dibuat dari pelepah kawung (pohon aren) sedangkan dibeberapa tempat seperti di Limbangan dan Cililin, kebanyakan alat musik karinding dibuat dari bambu.

34. Kacapi

Kacapi adalah merupakan alat musik tradisional Jawa Barat. Kacapi merupakan alat musik utama dalam tembang sunda atau mamaos cianjuran. Alat musik tradisional yang merupakan salah satu icon dari Jawa Barat ini dipergunakan dengan cara dipetik. Menurut fungsinya dalam mengiringi musik, kacapi dapat dibedakan menjadi 2, yaitu kacapi indung (kacapi induk) dan kacapi rincik (kacapi anak).

35. Angklung

Siapa sih yang enggak kenal angklung? alat musik tradisional yang berasal dari daerah Jawa Barat ini sudah mendunia, dan tentu saja kita sebagai generasi penerus Bangsa mempunyai tanggung jawab yang sama untuk melestarikan kebudayaan Indonesia ini. Angklung adalah alat musik tradisional yang terbuat dari bambu, dibunyikan dengan cara digoyang. Benturan antara badan pipa bambu akan menghasilkan bunyi yang memiliki nada-nada tertentu disesuaikan dengan besaran bambu yang digunakannya.



36. Calung

Nah jika angklung digunakan dengan cara digoyang, alat musik tradisional Jawa Barat yang bernama calung ini dibunyikan dengan cara dipukul. Biah bambu yang disusun berjajar ini dipukul ruas-ruasnya sehingga menimbulkan nada. Alat musik calung memang merupakan prototipe dari alat musik angklung. Alat musik ini dibuat dari Jenis bambu untuk pembuatan calungdimana kebanyakan dari awi wulung (bambu hitam), namun ada pula yang dibuat dari awi temen (bambu yang berwarna putih).

 37. Tarawangsa


Tarawangsa adalah alat musik tradisional Jawa Barat yang dimainkan dengan cara di gesek. Alat musik tradisional tarawangsa ini keberadaannya lebih tua dari alat musik rebab. Terbukti alat musik tradisional tarawangsa disebutkan dalam naskah kuno abad ke 18 sewaka darma. Alat musik ini dapat ditemui di beberapa daerah di Jawa Barat dan Banten. Yaitu di daerah Rancakalong (Sumedang), Cibalong dan Cipatujah (Tasikmalaya), Banjaran (Bandung) dan Kanekes (Banten)




Provinsi Banten

38. Dogdog Lojor

Dogdog lojor merupakan alat musik tradisional dari Banten yang berbentuk bedug namun dengan ukuran yang lebih kecil dan panjang. Alat musik tradisional ini biasanya digunakan untuk mengiringi acara adat seperti seren taun, ruwatan dll. Dalam sebuah acara, biasanya digunakan 2-3 dogdog lojor yang memiliki panjang sekitar 1 meter. Selain dogdog lojor juga digunakan alat musik tradisional lainnya seperti angklung.

39. Bendrong Lesung/Lisung

Lesung sebenarnya merupakan salah satu alat untuk menumbuk padi. Namun di Banten alat ini menjadi sebuah alat musik tradisional pada perhelatan bendrong lesung. Dimana beberapa pemain bedrong lesung secara serempak memukul lesung dengan menggunakan halu sehingga menimbulkan bunyi tuk-tuk. Namun pertunjukan ini menjadi menarik karena diiringi semangat kebersamaan dan kesahajaan masyarakat Banten.

40. Pantun Bambu

Kesenian Pantun Bambu adalah salah satu kesenian yang masih bertahan di Provinsi Banten. Alat musik tradisional ini terbuat dari ruas bambu dengan diamater rata-rata 10 sentimeter dan panjang 80 hingga 100 sentimeter atau sekira satu meter. Ruasnya dua dengan lubang di tengah dan berlidah dengan tiga buah senar bernada empat tangga nada. Pantun bambu ini dimainkan dengan cara dipukul.

Provinsi DKI Jakarta

41.Kong'ahyan, Tehyan dan Sukong

Alat musik Kong'ahyan, Tehyan dan Sukong adalah alat musik tradisional dari Tionghoa yang telah digunakan oleh masyarakat Betawi sejak zaman Belanda dalam kesenian gambang kromong, lenong dan ondel-ondel. Alat musik gesek ini bentuknya hampir mirip dengan rebab. Alat musik tradisional Betawi Kong'ahyan, Tehyan dan Sukong ini memiliki beberapa perbedaan diantaranya, yaitu :
  • Kong’ahyan mempunyai ukuran tempurung(batok) kelapa yang berukuran kecil dengan nada dasar D yang ( disebut sebagai melodi ) 
  • Tehyan mempunyai ukuran tempurung(batok) kelapa berukuran sedang dengan nada dasar A ( disebut juga rythem ) 
  • Sukong mempunyai ukuran tempurung(batok) kelapa yang berukuran paling besar dengan nada dasar G ( disebut juga sebagai bass ) 

 42. Tanjidor

Tanjidor adalah salah satu grup musik tradisional Betawi yang sangat terkenal. Seni musik yang dimainkan secara berkelompok ini sangat banyak dipengaruhi oleh musik Eropa. Alat-alat musik yang dimainkan dalam kesenian Tanjidor terdiri dari klarinet (tiup), piston (tiup), trombon (tiup), saksofon tenor (tiup), saksofon bas (tiup), drum (membranofon), simbal (perkusi), dan tambur. Grup musik Tanjidor biasanya terdiri dari 7-10 orang yang memainkan repertoar lagu diatonik maupun lagu-lagu yang bertangga nada pelog bahkan slendro. Sekarang ini, musik Tanjidor lebih sering dipertunjukkan untuk mengarak pengantin dan menyambut tamu agung.

 43. Gambang Kromong

Gambang Kromong adalah kesenian musik tradisional dari betawi dengan memadukan alat musik Gamelan dan alat musik dari Tionghoa. Kesenian musik tradisional ini merupakan hasil akulturasi budaya antara budaya Tionghoa dan pribumi. Nama Gambang Kromong sendiri diambil dari nama kedua alat musik yang di mainkan yaitu gambang dan kromong.

 Provinsi Jawa Tengah

44. Bonang

Bonang adalah instrumen musik yang dimainkan dengan cara dipukul dengan menggunakan pemukul khusus. Bonang terbuat dari perunggu, kuningan dan besi. Dalam gamelan jawa dikenal istilah bonang barung dan bonang penerus. Perbedaan bonang barung dan penerus terletak dari ukurannya serta fungsi keduanya. Bonang barung berukuran lebih besar dan beroktaf tengah hingga tinggi, berfungsi sebagai pembuka dan penuntun dari sebuah lagu. Sedangkan bonang penerus berukuran lebih kecil dan beroktaf tinggi dimainkan dengan kecepatan 2 kali lebih cepat dari bonang barung.

45. Saron

Saron atau yang biasanya disebut juga ricik ,adalah salah satu instrumen gamelan yang termasuk keluarga balungan dan dimainkan dengan cara dipukul. Saron terbuat dari lembaran logam, sedangkan pemukulnya terbuat dari kayu. Cara menabuhnya ada yang biasa sesuai nada, nada yang imbal, atau menabuh bergantian antara saron 1 dan saron 2. Cepat lambatnya dan keras lemahnya penabuhan tergantung pada komando dari kendang dan jenis gendhingnya. Pada gendhing Gangsaran yang menggambarkan kondisi peperangan misalnya, ricik ditabuh dengan keras dan cepat. Pada gendhing Gati yang bernuansa militer, ricik ditabuh lambat namun keras. Ketika mengiringi lagu ditabuh pelan.

46. Kenong

Kenong adalah alat musik tradisional Jawa Tengah yang berfungsi sebagai penentu batas gatra dan penegas irama. Kenong dibunyikan dengan cara dipukul. Bentuk kenong hampir sama dengan bonang hanya saja ukurannya lebih besar. Alat ini juga dipukul menggunakan alat pemukul kayu yang dililitkan kain. Jumlah dalam satu set bervariasi tapi biasanya sekitar 10 buah.



Provinsi DI Yogyakarta

47. Krumpyung

Krumpyung merupakan nama kesenian sekaligus alat musik tradisional yang dipergunakan. Kesenian krumpyung berasal dari Dusun Tegiri, Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kulonprogo. Pencipta kesenian krumpyung ini adalah Bapak Sumitro.
Alat musik krumpyung bisa dibilang sebagai seperangkat gamelan yang masing-masing alat musiknya dibuat dari bambu.



48. Demung

Demung merupakan alat musik tradisional jawa pada umumnya. Khususnya di Yogyakarta, demung merupakan alat musik tradisional gamelan yang terdiri dari beberapa bilah besi yang disusun pada balok kayu dengan susunan berdasarkan nada. Cara memainkan alat musik daerah ini adalah dengan cara dipukul dengan alat pemukul.

49. Gejog Lesung

Gejog lesung merupakan kesenian khas Yogyakarta yang menggunakan lesung sebagai alat musik tradisional nya. Sama halnya dengan kesenian tradisional Banteng yaitu Bendrong lesung, gejog lesung juga dimainkan serempak oleh beberapa pemain.



Provinsi Jawa Timur

50. Terompet Reog



Terompet reog yang digunakan pada kesenian reog ponorogo memiliki ciri khas bentuk dan bunyi yang unik. Terompet reog terbuat dari kayu dan bambu serta tempurung kelapa, dibunyikan dengan cara ditiup. Bentuk terompet reog sangat unik dengan ukuran besar diujung bawah dan mengerucut mengecil dibagian yang ditiup serta ada sekat yang terbuat dari tempurung kelapa dengan bentuk menyerupai kumis sang peniup terompet reog. Terompet reog memiliki 6 lubang yang berfungsi untuk mengatur nada serta 1 lubang dipangkal untuk meniup.

51. Angklung Reog


Alat musik tradisional Jawa Timur lainnya yang juga unik dan memiliki kekhasan jika dibandingkan dengan alat musik serupa di Jawa Barat adalah Angklung. Angklung reog ponorogo memiliki bentuk lengkungan dibagian atas dan dihiasi oleh aksesoris dan pernik warna warni sehingga lebih menarik dan senada dengan pakaian para penari reog ponorogo.


52. Saronen

Saronen adalah merupakan alat musik dan sekaligus nama kesenian yang berasal dari Madura Jawa Timur. Kesenian musik saronen Jawa Timur ini menggunakan 9 alat musik yang terdiri dari 1 saronen, 1 gong besar, 1 kempul, 1 kenong besar, 1 kenong tengahan, 1 kenong kecil, 1 korca, 1 gendang besar, 1 gendang dik-gudik ( gendang kecil ). Saronen yang merupakan alat musik tiup berbentuk kerucut, terbuat dari kayu jati dengan enam lobang berderet di depan dan satu lubang di belakang. Sebuah gelang kecil dari kuningan mengaitkan bagian bawah dengan bagian atas ujungnya terbuat dari daun siwalan . Pada pangkal atas musik itu ditambah sebuah sayap dari tempurung menyerupai kumis.

Bersambung Ke Bagian 2 >>



Loading...


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "100 Alat Musik Tradisional Indonesia Bag.1"

Posting Komentar