Baju Adat Jawa Tengah

Baju Adat Jawa Tengah | TradisiKita - Masyarakat Jawa Tengah memiliki kebiasaan untuk menggunakan baju adat daerah tidak hanya pada acara-acara tertentu saja tetapi pada kehidupan sehari-hari. Dalam kehidupan sehari-hari, sebagian masyarakat Jawa Tengah masih nyaman menggunakan pakaian daerah Jawa Tengah baik laki-laki maupun perempuan. Sebagian dari mereka juga menggunakan pakaian daerah Jawa Tengah namun tidak utuh, dalam artian hanya sebagian yang dipakai misalnya untuk laki-laki hanya menggunakan penutup kepala saja (Blankon).

Pada kesempatan ini TradisiKita akan mengungkap Pakaian / Baju Adat Jawa Tengah yang harus kita ketahui sebagai warga negara Indonesia. Jangan sampai kita tidak tahu pada asal usul kita terutama pada budaya dan peninggalan nenek moyang bangsa Indonesia. Baju adat Jawa Tengah yang akan kita bahas kali ini adalah berupa baju resmi dan baju pengantin.

Baju Adat Jawa Tengah


Baju Adat Jawa Tengah
Pakaian Adat Jawa Tengah | merdeka.com

1. Pakaian Resmi Adat Jawa Tengah

Pada saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mewajibkan Pegawai Negeri Sipil dilingkungan Pemprov untuk mengenakan pakaian adat Jawa setiap tanggal 15 setiap bulannya. 

Dilansir dari merdeka.com, para PNS Pemprov Jawa Tengah pada tanggal 15 atau sehari setelahnya (apabila tanggal 15 adalah hari libur) mengenakan pakaian tradisional Jawa Tengah yang terdiri dari baju breskap, surjan dan blankon. Penggunaan Pakaian Daerah Jawa Tengah ini telah diatur didalam Peraturan Daerah (Perda) Jawa Tengah Nomor 9 Tahun 2012, tentang Bahasa, Sastra dan Aksara Jawa.

a. Baju Adat Resmi Pria Jawa Tengah

Sebagai contoh penggunaan baju adat Jawa Tengah untuk pria dapat dilihat dari penggunaan baju adat di keraton Surakarta. Secara lengkap pakaian tradisional yang dikenakan oleh laki-laki di Jawa Tengah dari atas sampai ke bawah terdiri dari :


  • Udheng, yaitu ikat kepala. Sedangkan jenis udheng yang telah jadi dan tinggal dipakai disebut dengan blankon.
  • Kulambi, yaitu pakaian berupa baju. Dikenal baju tradisional di Jawa Tengah yaitu Beskap dan Surjan. Namun dikalangan Keraton dikenal beberapa jenis Kulambi yaitu Atellah, Beskap, Sikepan, Langenharjan, Beskap Landhung dan Taqwa.
    Atella

    Sikepan
  • Sinjang /Dodot. Sinjang atau juga disebut dengan samping yaitu berupa kain batik panjang yang digunakan untuk menutupi badan bagian bawah.
  • Setagen adalah kain yang berfungsi untuk mengencangkan sinjang yang menempel di pinggang,
  • Sabuk. Dalam hal ini sabuk berfungsi untuk menutup stagen dan juga mengencangkan fungsi stagen
  • Epek Timang dan Lerep merupakan kain beludru dengan lebar sekitar 5 cm dan panjang 120 - 150 cm yang digunakan dipinggang diluar sabuk.
    Epek Timang
     
  • Dhuwung, yaitu berupa senjata berupa keris dan kerangkanya
  • Cenela atau selop yaitu alas kaki berupa sendal selop
Contoh penggunaan busana adat Jawa | busanaadatjawa.blogspot.com

b. Baju Adat Resmi Wanita Jawa Tengah

Busana adat Jawa Tengah untuk wanita biasa disebut dengan "Wusana Kejawen" yang memiliki lambang / arti tertentu. Busana Jawa Tengah untuk wanita yang resmi biasanya terdiri dari baju kebaya, kemben / samping, dan kain tapih yang dikenal dengan stagen. Selain itu wanita Jawa juga menggunakan sanggul dengan konde dikepala serta alas kaki berupa selop.

Kebaya sebagai baju adat Jawa Tengah digunakan oleh wanita baik dari kalangan bangsawan maupun rakyat biasa baik sebagai busana resmi maupun busana sehari-hari. Ketika digunakan pada acara resmi seperti pada upacara adat yang dikenakan oleh kalangan "garwo dalem" yaitu kebaya dengan peniti renteng, digabungkan dengan kain sinjang atau kain batik, pada bagian kepala rambutnya digelung (disanggul) dan dilengkapi aksesoris berupa subang, cincin, kalung, gelang serta kipas.

Busana Wanita Jawa Tempo Dulu | http://anniegallery.blogspot.co.id/



2. Baju Pengantin Jawa Tengah


Sesuai dengan adat budaya masyarakat Jawa Tengah yang penuh dengan tata krama dan etika, pakaian adat dan baju pengantin adat Jawa Tengah banyak mengandung filosofi mendalam tentang kesopanan dan berbagai harapan baik bagi kedua mempelai agar berbahagia dalam mengarungi bahtera rumah tangga bersama pasangan. Kain batik yang dikenakan oleh kedua mempelai pun merupakan perlambangan dari doa untuk mendapatkan kehidupan yang baik dan ketentraman.

Ciri khas busana pengantin Jawa Tengah pada umumnya merupakan busana dodotan atau kemben dengan kain batik yang langsung dibalutkan pada tubuh pengantin wanita tanpa mengenakan kebaya terlebih dahulu. Pengantin pria pun tak mengenakan beskap melainkan celana dan kain batik.

Baju Pengantin Jawa Tengah
Baju Pengantin Jawa Tengah | fashionmodelku.com

Aksesori yang dikenakan oleh kedua mempelai dengan pakaian adat Jawa Tengah ini memang terkesan megah dengan untaian melati dan berbagai hiasan keemasan. Mempelai wanita mengenakan sanggul tradisional dengan tusuk konde berjumlah 9, dan mempelai pria menyelipkan keris yang juga berhias roncean melati pada bagian belakang kain yang dikenakan.

Demikian Sobat Tradisi, informasi mengenai baju adat Jawa Tengah yang terdiri dari Baju adat resmi Pemprov Jawa Tengah dan Baju Pengantin Jawa Tengah. Semoga artikel mengenai baju adat Jawa Tengah ini bermanfaat.

Referensi :
https://www.merdeka.com/peristiwa/pns-pemprov-jateng-setiap-tanggal-15-diwajibkan-berpakaian-adat-jawa.html
https://ululalbab31n.blogspot.co.id/2015/10/pakaian-adat-jawa-tengah-pria.html
http://fashionmodelku.com/ciri-khas-baju-pengantin-adat-jawa/
Loading...


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Baju Adat Jawa Tengah"

Posting Komentar