Pakaian Adat Palembang (Sumatera Selatan)

Pakaian Adat Palembang (Sumatera Selatan) | tradisikita.my.id - Jika kita mendengar kata Palembang mungkin saja yang terlintas dibenak kita adalah oleh-olehnya. Empek-empek Palembang adalah salah satu oleh-oleh khas dari Provinsi yang memiliki sungai terpanjang di pulau Sumatera. Sungai Musi dengan panjang 750 km membelah kota Palembang menjadi 2 bagian. 

Pada artikel kali ini, kita belum akan mengenalkan oleh-oleh Palembang ataupun sungai musi. Tapi kita akan mengenal pakaian adat Palembang (Sumatera Selatan). Seperti halnya provinsi lainnya di Indonesia. Palembang atau Provinsi Sumatera Selatan memiliki keunikan dan kekhasan pakaian dan baju adatnya. 

Pakaian Adat Palembang Beserta Penjelasan dan Gambarnya

Baju atau pakaian didalam bahasa Palembang disebut dengan Aesan. Provinsi Sumatera Selatan memiliki 2 pakaian adat yang saat ini dikenal dengan nama Aesan Gede dan Aesan Paksangko.

1. Pakaian adat Palembang - Aesan Gede

Sesuai dengan namanya, aesan gede atau Baju Besar adalah baju / pakaian adat Palembang yang menunjukan dan melambangkan kebesaran. Aesan Gede ini digunakan sebagai pakaian pengantin. Dengan pemahaman bahwa upacara pengantin merupakan upacara besar, maka penggunaan pakaian adat aesan gede ini, maka diharapkan kedua pengantin akan nampak anggun dan besar seperti halnya raja-raja Sriwijaya.

Adapun ciri khas atau gaya Aesan Gede adalah menggunakan kombinasi warna merah jambu dengan warna keemasan. Kedua warna tersebut diyakini sebagai cerminan keagungan para bangsawan Sriwijaya. Apalagi ditambah dengan gemerlapnya perhiasan pelengkap serta mahkota Aesan Gede, bungo cempako, kembang goyang, dan kelapo standan. Lalu dipadukan dengan baju dodot serta kain songket lepus bermotif napan perak.



2. Pakaian adat Palembang - Aesan Paksangko 

Pakaian adat Sumatera Selatan selanjutnya adalah Aesan Paksangko. Berbeda dengan Aesan Gede yang melambangkan kebesaran, aesan paksangko melambangkan keagungan masyarakat Sumatera Selatan. Pakaian adat Sumatera Selatan yang satu ini juga hanya digunakan oleh pengantin.


Pada busana pengantin Palembang gaya Aesan Paksangko Pengantin wanita mengunakan baju kurung warna merah tabur bunga bintang keemasan, kain songket lepus, teratai penutup dada serta hiasan kepala berupa mahkota Pak Sangkong, Kembang goyang , kelapo standan, kembang kenago dan perhiasan mewah keemasan. Pengantin pria berjubah motif tabor bunga emas, seluar (celana) pengantin, songket lepus, selempang songket serta songkok emas menghiasi kepala.


Propinsi Sumatra Selatan, memiliki sebelas kabupaten dan empat kota. Kabupaten Lahat, Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Empat Lawang, Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Ogan Ilir, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Kota Pagar Alam Kota Prabumulih, Kota Lubuk Linggau, Kota Palembang I, Kota Palembang II. Masing-masingnya memiliki corak pakaian adat Sumatra Selatan yang berbeda-beda antara satu daerah dengan daerah lain. 

Walaupun memiliki corak yang berbeda, akan tetapi  hampir semua pakaian adat di Sumatera Selatan menggunakan kain Songket dengan teknik pembuatannya didasarkan pada keterampilan, ketelatenan, kesabaran, dan daya kreasi seni yang tinggi. Dalam simbol perkawinan masyarakat Sumatra Selatan, kain songket serta pakaian adat yang diberikan pada saat lamaran, kain songket melambangkan sumber kehidupan kedua pengantin serta dilihat dari segi kepribadiannya, pendidikannya, dan status ekonominya.

Pakaian adat Sumatra Selatan,memiliki unsur melayu yang sangat kuat. Jas tutup bersulam emas, dipadukan dengan kain songket, celana panjang serta ikat kepala yang disebut tanjak (untuk laki-laki). Sementara untuk perempuan, menggunakan kebaya modern sebagai bajunya, dan kain songket digunakan sebagai sarung atau bawahan dan selendang.

Selain itu pakaian adat Sumatera Selatan juga menggunakan pernak pernik hiasan berupa asesoris yang di antaranya Teratai Emas, Kalung Tapak Jajo atau Kebe Nungga, Gelang Kano, Gelang Sempuru, Gelang Bermato atau Gandik, Kembang Goyang Cempako, Suri, Kembang Ure. Bahkan bukan hanya itu. Telinga dari pemakainya dipasang pula sumping bungo kertas, serta Tanjak buat untuk tutup kepala pria. Tentu saja masih banyak lagi hiasan lain yang digunakan sebagai pemanis dan indahnya pakaian tersebut.

Demikian Sobat tradisi, 2 pakaian adat Palembang Sumetera Selatan, semoga bermanfaat.

Sumber :
  • http://kebudayaanindonesia.net/kebudayaan/998/pakaian-adat-sumatra-selatan
  • http://mantenhouse.com/article/1002-gemerlap-kilau-emas-dalam-busana-pengantin-palembang.html


Loading...


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pakaian Adat Palembang (Sumatera Selatan)"

Posting Komentar