3 Senjata Tradisional Bangka Belitung

3 Senjata Tradisional Bangka Belitung | tradisikita.my.id - Provinsi Kepulauan Bangka Belitung atau kita singkat dengan Babel merupakan Provinsi hasil pemekaran wilayah dari Provinsi Sumatera Selatan. Provinsi ini dibentuk bersama dengan pembentukan Provinsi Banten dan Gorontalo, yaitu pada tahun 2000. Beragam adat dan budaya dari Kepualauan Bangka Belitung telah kita kenal diantaranya Tari Tradisional Babel, Lagu Daerah Babel serta alat musik tradisional Babel.

Kali ini kita akan bersama - sama mengenal 3 Senjata Tradisional Bangka Belitung. Senjata tradisional ini walaupun dapat ditemui juga di daerah lain di Indonesia, akan tetapi senjata dari Bangka Belitung memiliki ciri khas tersendiri.

Untuk lebih jelasnya, mari kita simak penjelasan mengenai 3 Senjata Tradisional Bangka Belitung bersama dengan gambar dibawah ini :

1. Senjata Tradisional Bangka Belitung - Parang Bangka


Parang adalah senjata tradisional yang banyak dipergunakan oleh masyarakat Indonesia. Parang juga dapat ditemui di pulau jawa, semisal Golok Banten. Namun parang bangka memiliki keistimewaan atau ciri khas yang membedakan dengan golok Ciomas Banten. Parang bangka bentuknya seperti layar kapal. Alat ini digunakan terutama untuk perkelahian jarak pendek. Walaupun sekilas mirip dengan Golok Banten, namun ujung parang ini dibuat lebar dan berat guna meningkatkan bobot supaya sasaran dapat terpotong dengan cepat. Parang yang berdiameter sedang atau sekitar 40 cm juga dapat digunakan untuk menebang pohon karena bobot ujungnya yang lebih besar dan lebih berat.

Di Belitung, produksi parang yang terkenal adalah Parang Badau. Hingga saat ini di tahun 2015, tak banyak yang memproduksi parang badau di bangka belitung, mereka yang sebagai pengerajin adalah mereka yang memiliki jejak benang merah pengerajin dari ratusan silam zaman dahulu. Sehingga, ada parang khusus yang dibuat oleh pengerajin diyakini memiliki kekuatan supranatural. 


2. Senjata Tradisional Bangka Belitung - Kedik


Kedik adalah alat / senjata tradisional yang digunakan sebagai alat pertanian. Alat ini digunakan di perkebunan terutama di kebun lada. Dalam menggunakannya si pemakai harus berjongkok dan bergerak mundur atau menyamping. Alat ini digunakan dengan cara diletakkan pada tanah dan ditarik ke belakang. Alat ini efektif untuk membersihkan rumput pengganggu tanaman lada. Kedik biasanya digunakan oleh kaum wanita karena alatnya kecil dan relatif lebih ringan. Kedik hanya dapat digunakan untuk rumput jenis yang kecil atau rumput yang tumbuh dengan akar yang dangkal, bukan ilalang.




3. Senjata Tradisional Bangka Belitung - Siwar


Siwar adalah senjata tradisional yang mirip dengan Golok panjang. Siwar dibedakan dari ukuran panjang dan pendeknya. Ada Siwar yang berbentuk panjang dinamakan siwar panjang, bentuknya hampir menyerupai mandau Kalimantan Barat, namun ia tidak bengkok. Ukurannya rata, lurus, pipih, ringan jika diayunkan. Kegunaannya untuk pertarungan cepat jarak dekat.


Ukuran panjang, ketebalan dan beratnya pun dirancang khusus yang dibuat tak sembarangan, disesuaikan dengan penggunanya. Keistimewaan lainnya, ada siwar panjang khusus yang rancang memiliki 2 mata sisi yang tajam seperti silet yang digunakan memang untuk pertempuran bagi masyarakat dahulu pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Kemudian ada siwar pendek. Panjangnya seukuran keris, memiliki ujung yang runcing. Dirancang khusus memang untuk pertarungan jarak dekat digunakan untuk menusuk lawan. Bagian tengah memiliki lenkung yang berfungsi untuk merobek. Siwar jenis ini sangat tajam dan memiliki ketebalan yang tipis.

Demikian Sobat tradisi, informasi mengenai 3 buah senjata tradisional dari Babel. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan Sobat semua.. Sampai jumpa pada artikel tradisikita.my.id selanjutnya.

Referensi :

Loading...


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "3 Senjata Tradisional Bangka Belitung"

Posting Komentar