3 Alat Musik Tradisional Maluku Utara

3 Alat Musik Tradisional Maluku Utara | tradisikita.my.id - Mengenal berbagai alat musik tradisional di Indonesia memang tidak ada habisnya. Hal ini menunjukan betapa Indonesia adalah negara yang memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa. Begitupula dengan provinsi Maluku Utara. Keindahan, kekayaan dan keanekaragaman budaya di Maluku Utara tak akan habis digambarkan dalam sebuah posting kecil ini yang akan sedikit membahas beberapa alat musik tradisional Maluku Utara.

Maluku Utara adalah salah satu provinsi di Indonesia yang resmi terbentuk pada tanggal 4 Oktober 1999, melalui UU RI Nomor 46 Tahun 1999 dan UU RI Nomor 6 Tahun 2003. Ibukota Maluku Utara pada awalnya adalah adalah Kota Ternate, akan tetapi setelah berjalan selama 11 tahun seiring dengan kesiapan infrastruktur, Ibukota Provinsi Maluku Utara menjadi Sofifi yang terletak di Pulau Halmahera yang merupakan pulau terbesar di Maluku Utara.

Alat musik tradisional yang dikenal di Maluku Utara pada umumnya juga dikenal di Provinsi Maluku. Hal ini karena Maluku Utara merupakan pemekaran dari Provinsi Maluku. Dan berikut ini kita akan mencoba mengenal ragam Alat Musik Tradisional dari Maluku Utara.

1. Alat Musik Tradisional Maluku - Bambu Hitada


Musik Bambu Hitada adalah merupakan sebuah bentuk pertunjukan seni musik tradisi hasil kreatifitas masyarakat Halmahera di Halmahera Maluku Utara yang berfungsi sebagai hiburan, maupun kelengkapan upacara,seperti upacara perkawinan atau upacara syukuran.

Adapun dalam pertunjukan musik bambu hitada menggunakan beberapa alat musik tradisional yang dikenal masyarakat Maluku Utara antara lain bambu hitada sendiri, cikir, juk dan biola tradisional.

Bambu hitada sendiri dibuat dari ruas -ruas bambu (biasanya terdiri dari 2 ruas) dengan panjang sekitar 1,75 m. Ruas bambu ini diberi lubang sehingga menghasilkan nada (tone). Antara satu bambu dengan bambu lainnya diberi lubang yang berbeda sehingga menghasilkan nada yang berbeda-beda pula. Agar tampilan bambu hitada ini lebih menarik, maka bagian luar bambu dicat warna warni.

Batang bambu dibunyikan dengan cara dibanting tegak lurus di tanah atau bila di atas ubin harus dialas dengan karung goni.


2. Alat Musik Tradisional Maluku - Cikir

Cikir merupakan sebuah alat musik tradisional yang juga digunakan pada pertunjukan musik bambu hitada dari Halmahera Provinsi Maluku Utara. Alat musik cikir ini cukup sederhana, dibuat dari batok kelapa yang masih utuh (bulat) dan didalamnya diisi dengan beberapa batu kerikil.

Alat musik tradisional cikir ini dibunyikan dengan cara digoyangkan sehingga benturan antara kerikil dan batok bambu akan menghasilkan bunyi.
Alat musik cikir ini juga sering disebut dengan rumba, baca juga : Alat musik tradisional dari Provinsi Maluku 


3. Alat Musik Tradisional Maluku - Leko Boko / Juk

Juk/ Leku Boko adalah alat musik tradisional dari Maluku Utara yang terbuat dari kayu. Juk atau leku boko adalah alat musik petik sejenis gitar. Pada awalnya, senar juk dibuat dari usus kuskus atau kucing hutan.namun saat ini senar juk telah menggunakan empat utas senar dari plastik.

 Leku boko dimainkan bersama dengan heo (biola bersenar empat). Leku boko berperan sebagai pemberi harmoni, sedangkan heo berperan sebagai pembawa melodi. Selain digunakan pada pertunjukan seni musik bambu hitada, alat musik tradisional dari Maluku Utara ini juga digunakan  untuk memeriahkan pesta adat, sebagai musik pengiring tarian, lagu-lagu daerah dan pantun.
Demikian Sobat tradisi, 3 buah alat musik tradisional dari Maluku Utara. Dan sebagai penutup perkenankan saya persembahkan sebuah video pertunjukan seni musik bambu hitada, semoga terhibur.


Referensi :
http://busranto.blogspot.co.id/2009/02/musik-bambu-hitada-musik-yanger.html
http://budaya-indonesia.org/Leku-Boko-Juk/

Loading...


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "3 Alat Musik Tradisional Maluku Utara"

Posting Komentar