Alat Musik Tradisional dari Sulawesi Selatan

Alat Musik Tradisional dari Sulawesi Selatan - Provinsi Sulawesi Selatan yang terletak di 0°12' - 8° Lintang Selatan dan 116°48' - 122°36' Bujur Timur, merupakan salah satu Provinsi di Pulau Sulawesi. Provinsi Sulawesi Selatan ini memiliki luas wilayah sebesar 45.764,53 km² dan beribukota di Makassar.

Provinsi Sulawesi Selatan memiliki keanekaragaman budaya tradisional, diantarnya adalah kekayaan alat musik tradisional.

Alat musik tradisional yang ada dari provinsi Sulawesi Selatan ini antara lain :

1. Alat Musik Talindo atau Popondi


Alat musik Talindo atau Popondi ini terbuat dari kayu, tempurung kelapa, dan senar. Talindo/Popondi merupakan alat musik jenis sitar berdawai satu (one stringed stick zilher). Tempurung kelapa berfungsi sebagai resonator. Alat musik ini dimainkan secara tunggal setelah para petani merayakan pesta panen dan untuk mengisi waktu senggang bagi para remaja.

Kata Tolindo adalah sebutan yang berasal dari daerah Bugis. Sedangkan kata Popondi adalah sebutan dari daerah Makasar.

Alat musik tradisional Talindo / Popondi berbentuk busur seperti tanduk kerbau atau tanduk sapi yang bertumpu pada sebuah tempurung kelapa, di ujungnya atas bagian tanduk dipasang 1 buah senar dan dimainkan dengan cara dipetik.


2. Alat musik tradisional Gesok - Gesok


Alat musik tradisional dari Sulawesi Selatan selanjutnya masih merupakan alat musik dengan unsur senar/dawai yang dikenal dengan nama Gesok-Gesok. Alat musik ini terbuat dari kayu dan kulit binatang. Gesok-gesok adalah alat musik sejenis rebab dengan dua dawai. Alat musik ini berbentuk menyerupai jantung yang dilengkapi dengan tongkat untuk  menggesek. Alat musik gesok-gesok ini mirip dengan alat musik rebab dari Jawa Barat.



3. Alat musik Lalosu Sessungriu


Alat musik Lalosu Sessungriu ini terbuat dari kayu dan tekstil. Alat bunyi-bunyian ini berupa tabung bambu yang diisi dengan batu-batu kecil. Tabung ini dibungkus dengan kain warna merah dan putih. Salah satu ujungnya berbentuk kepala ayam. Sessungriu merupakan perangkat yang digunakan dalam tarian Alusu, lalosu berasal dari kata lao-lisu yang artinya bolak-balik.

Diberi nama demikian karena saat menari alat ini digoyangkan ke kiri dan ke kanan atau diayun ke depan lalu ke samping hingga menimbulkan bunyi. Tarian Alusu berasal dari Bugis yang merupakan rangkaian dari tarian Bissu (tarian yang penarinya adalah kelompok waria), dipentaskan saat upacara adat keagamaan, pelantikan raja, penyambutan tamu agung dan upacara lainnya.



4. Alat musik tradisional Alosu


Alat musik tradisional Sulawesi Selatan yang dikenal dengan nama Alosu adalah merupakan alat bunyi-bunyian berupa kotak bertangkai dari anyaman daun kelapa, di dalamnya diberi biji yang apabila digoyang-goyang akan mengeluarkan bunyi tertentu

5. Alat Musik Anna Baccing



Alat musik Anna Baccing terbuat dari besi. Alat ini berbentuk seperti anak panah (runcing pada kedua ujungnya). Ana' baccing bagian dari sarana upacara ritual kerajaan pada masyarakat Karangpuang.

Alat musik ini merupakan bagian dari perangkat tarian Bugis, yaitu tari bissu yang dipertunjukkan saat upacara pernikahan, pelantikan dan kematian raja, saat terjadi wabah penyakit dan sebagai tanda dimulainya masa tanam padi. Prosesi tarian bissu diawali dengan gerakan Ma'dewata dan pembacaan mantera oleh Puang Towa (dukun) diiringi dengan seperangkat alat musik paseiya-seiya, genta, lalosu, dan beberapa alat dari logam.


Demikian 5 buah alat musik tradisional dari Sulawesi Selatan, semoga bermanfaat ya..

Referensi :
1. http://budaya-indonesia.org
2. http://www.indonesiaheritage.org
3. Wikipedia Indonesia
4. Sumber Internet
 
Loading...


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Alat Musik Tradisional dari Sulawesi Selatan"

Poskan Komentar