Tokoh Priangan "Upit Sarimanah"

Suryamah yang dikenal sebagai Upit Sarimanah (lahir di Purwakarta, 16 April 1928-11 Februari 1992) adalah seorang pesinden Indonesia di era 50-an.

sejak kecil sudah memperlihatkan bakatnya menyanyi. Bahkan tatkala usianya menginjak tujuh tahun, ia sudah berani tampil di depan umum. Sejak itu, orang sudah menduga, gadis kecil berkulit hitam manis itu, suatu saat bisa menjadi pesinden terkenal. Apalagi setelah suaranya mengalun lewat acara di Radio Nirom, radio milik Belanda di Bandung.




Pada usia 14 sampai 18 tahun, ia menjadi bintang dalam orkes Hawaiian Live Java, orkes keroncong Irama Masa, dan orkes Melayu pimpinan M. Syaugi. Upit Sarimanah menikah dengan Halim Sarim seorang anggota TNI AD. Pada masa Perang Kemerdekaan sebagai isteri seorang prajurit, Upit mengikuti suaminya. Tatkala suaminya bergeriliya di daerah Sukabumi pada 1946 lahirlah anak pertamanya . 

Pada 1950, namanya kian menanjak setelah bergabung dengan Kliningan Seni Sunda RRI Studio Jakarta pimpinan R. Tuteng Djohari. Dia juga ikut berperan dalam pertunjukkan gending karesmen yang saat itu terkenal di bawah sutradara RTA Sunarya, yaitu gending karesmen Lutung Kasurung sebagai Purbasari. Selain itu, ia juga kerap menjadi pesinden dalam pagelaran wayang golek yang di dalangi oleh beberapa dalang seperti Tjakra Hudaja dan Barnas Somantri. Beberapa lagu Upit Sarimanah yang populer antara lain: Bajing Luncat, Sakadang Kuya jeung Monyet, Kukupu, dan Sedih Prihatin.


selain Mojang priangan, beberapa lagu Upit Sarimanah yang populer antara lain Bajing :Luncat, Sakadang Kuya jeung Monyet, Kukupu, dan Sedih Prihatin. Upit pernah memimpin "Gamelan Siliwangi". Beberapa lagu yang direkam Perusahaan Piringan Hitam "Dimita Moulding Industries" antara lain Ekek Paeh Tablo (NN), Karyawan Elodan (Upit Sarimanah), Tautjo Tjiandjur (Moch. Jasin), Nampi Ondangan Gupaj Pileuleujan (Mang Koko), Modjang (Upit Sarimanah), Bangbung Ranggaek (Kosaman Djaja), Njoreang ka Tukang, Badjing Luntjat(Kosaman Djaja), Hariring nu kungsi Njandung(Mang Koko/S. Winarja), dan Mapaj Laratan.

Selain musik, Upit Sarimanah juga pernah menjadi pemain dalam film Indonesia yang diproduksi pada tahun 1961 : "Kasih Tak Sampai". Upit menyanyikan lagu “Cemplang” dan “Ceurik Anjani” dalam film produksi Sarinande Film dengan sutradara Turino Junaedy tersebut.

Tahun 1970-an ketika pensiun dari sinden, Upit memilih profesi sebagai mubalighah. Sebagai juru dakwah ia mendapat banyak panggilan. Dengan suaranya yang merdu, saat dakwah dia melantunkan lagu dan berpantun berisi ajakan pada umat ber-amar ma’ruf nahi munkar. Sinden yang ramah  dan murah senyum ini tidak merasa kehilangan gengsi saat mendatangi kampung-kampung yang kumuh. Tidak tergiur amplop lebih besar hingga mengabaikan panggilan masyarakat tidak berpunya.

Andrew Noah Weintraub ahli etnomusikologi dari Universitas Pittsburgh. Amerika Serikat alam bukunya Power Plays: Wayang Golek Puppet theater of West Java, Singapura, 2004 menyebutkan Upit Sarimanah dan Titim Patimah merupakan vokalis perempuan yang masuk dalam rekaman kaset pertunjukkan wayang golek yang dipimpin dua dalang dari Jakarta Barnas Soemantri dan Tjakra Hudaya, terutama pada era yang disebut zaman sinden pada 1956 hingga 1964. Upit Sarimanah juga pelopor vokalis perempuan menyanyikan lagu Sunda dengan iringan band.

Upit Sarimanah di usia lanjutnya mengidap komplikasi ginjal, darah tinggi dan beberapa penyakit lainnya, menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Al Afiah pada 11 Februari 1992.


Sumber :
1. http://sosok.kompasiana.com/2013/11/19/upit-sarimanah-pesinden-populer-tidak-hanya-di-jawa-barat--609469.html

2. http://id.wikipedia.org/wiki/Upit_Sarimanah


Loading...


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tokoh Priangan "Upit Sarimanah""

Posting Komentar